, ,

Pemprov Kepri Hapus Test GeNose C19 Sebagai Syarat Keberangkatan

oleh

Sijori Kepri, Tanjung Pinang — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memperketat syarat perjalanan dalam negeri dan pelaku perjalanan internasional dengan menghapus Test GeNose C19.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, penumpang pesawat dan kapal, wajib melengkapi diri dengan surat keterangan hasil negatif Test RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau hasil negatif Rapid Tes Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Dan melengkapi diri dengan kartu atau sertifikat vaksin Covid-19, minimal dosis pertama,” kata Ansar, Jumat, (09/07/2021).

Persyaratan tersebut, lanjunta, dimuat dalam Surat Edaran (SE) Nomor : 536/SET-STC19/VII/2021, yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

BACA JUGA  Wakili Gubernur, Asisten 1 Kepri Hadiri Penutupan MTQ X Bintan

Berdasarkan Surat Edaran tersebut, penumpang wajib melaksanakan pengecekan suhu tubuh sebelum melaksanakan perjalanan, serta bagi calon Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang memiliki suhu tubuh di atas 38 celcius.

Bagi awak kapal penumpang, kapal barang dan pesawat udara yang memasuki Kepri, wajib melengkapi diri dengan kartu atau sertifikat vaksin Covid-19, minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif Test RT-PCR, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten dan Kota, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dapat melakukan tes acak dengan menggunakan antigen kepada PPDN yang menggunakan moda transportasi umum di Kepri.

Dalam hal kondisi bandar udara yang tidak memiliki sarana antigen, Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dapat memberikan surat keterangan bagi PPDN yang menggunakan moda transportasi umum udara, agar dapat melaksanakan antigen di Bandar Udara.

Operator moda transportasi umum laut wajib melakukan pengaturan sirkulasi udara, serta membatasi pemenuhan kapasitas penumpang sebesar 60 persen kapasitas normal, melalui pengaturan tempat duduk sesuai protokol kesehatan (Prokes) pada saat perjalanan moda transportasi umum laut yang menjadi tanggungjawabnya.

BACA JUGA  Waspada, Account FaceBook Gubernur Kepri Isdianto dan Isteri Dipalsukan

“Penumpang juga wajib mengisi e-HAC secara benar dan jujur,” sebutnya.

Bagi calon PPDN yang memiliki gejala suspek Covid-19 tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan. Penumpang wajib tertib saat akan memasuki dan meninggalkan moda transportasi dan selama berada di kawasan terminal, gunakan jaga jarak serta menghindari terciptanya kerumunan.

“Jika memiliki gejala suspek Covid-19 tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan,” pungkasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.