Paskibraka Kepri 2025 Tampilkan Formasi βP.Sβ di Halaman Gedung Daerah
TANJUNGPINANG β Upacara penurunan bendera merah putih pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kepulauan Riau berlangsung khidmat di Halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (17/8/2025).
Momen bersejarah ini semakin istimewa dengan tampilnya Nur Setya Naibaha, siswi SMA Negeri 1 Karimun, sebagai pembawa baki dalam prosesi penurunan bendera.
Dengan penuh keyakinan, Nur Setya menjalankan tugasnya di hadapan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Selain Nur Setya, pasukan penurunan bendera juga melibatkan siswa terbaik dari berbagai daerah di Kepri. Mereka adalah Rendikaa Alkhadafi (SMAN 1 Bunguran Timur) sebagai penggerek bendera, Muhammad Aqila Alfiari (SMAN 1 Tanjungpinang) sebagai pengulur bendera, dan Muhammad Al Aqsa Walidain (SMAN 4 Batam) sebagai pembentang bendera.
Paskibraka Kepri 2025 yang dibina oleh Badan Kesbangpol Provinsi Kepri turut menghadirkan formasi khusus dengan membentuk huruf βP.Sβ, inisial nama Presiden Republik Indonesia periode 2024β2029, Prabowo Subianto.
Formasi ini menjadi simbol penghormatan sekaligus daya tarik tersendiri pada prosesi penurunan bendera.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa prosesi penurunan bendera memiliki makna lebih dari sekadar seremonial.
βUpacara penurunan Sang Merah Putih bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum untuk mengingatkan kita semua tentang perjuangan, pengorbanan, dan rasa persatuan yang harus terus kita jaga,β ujarnya.
Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menunjukkan kedisiplinan dan dedikasi tinggi.
βPutra-putri terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Kepri telah menunjukkan disiplin, dedikasi, dan semangat kebangsaan. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, sekaligus harapan bagi masa depan daerah dan bangsa,β tambahnya.
Keberhasilan Nur Setya Naibaha sebagai pembawa baki dalam upacara bersejarah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Karimun.
Tugas mulia tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolahnya, SMA Negeri 1 Karimun, tetapi juga menjadi simbol kontribusi generasi muda dalam menjaga semangat kemerdekaan. ***














