TANJUNGPINANG – Setahun kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menorehkan capaian ekonomi yang impresif. Provinsi Kepulauan Riau berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera, menegaskan efektivitas sinergi pembangunan antara pusat dan daerah.
Kilas balik setahun lalu, H Ansar Ahmad SE MM bersama Dr Nyanyang Haris Pratamura SE MSi resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 berdasarkan Keppres Nomor 15P Tahun 2025 dan Keppres Nomor 24P Tahun 2025.
Pasangan Ansar–Nyanyang ditetapkan sebagai pemenang Pilkada 2024 setelah meraih 450.109 suara atau 55,06 persen. Sejak awal menjabat, keduanya langsung mengarahkan pembangunan untuk mewujudkan Kepri yang maju, makmur, dan merata.
“Dari sana, kita menurunkan program-program unggulan yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, selang beberapa saat setelah dilantik di Istana Merdeka, Jakarta.
Secara cumulative to cumulative (C-to-C), pertumbuhan ekonomi Kepri pada tahun pertama kepemimpinan Ansar Ahmad–Nyanyang Haris Pratamura mencapai 6,94 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHK tercatat Rp224,51 triliun.
Angka tersebut meningkat dibanding pertumbuhan tahun 2024 sebesar 5,02 persen, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera (4,81 persen) dan nasional (5,11 persen).
Capaian ini menempatkan Kepulauan Riau sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.
Pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, naiknya realisasi investasi PMA dan PMDN, aktivitas konstruksi, produksi migas, serta perdagangan luar negeri.
“Capaian pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,94 persen ini berkat adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan berbagai pihak terkait,” terang Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, Jumat (20/2/2026).
Realisasi investasi menunjukkan tren positif. Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 16,62 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melonjak 112,04 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 menembus 2,027 juta orang atau meningkat 22,59 persen. Wisatawan nusantara juga naik 22,99 persen.
Total pengeluaran wisatawan di Kepri sepanjang 2025 mencapai Rp22 triliun, memberi dampak langsung terhadap peningkatan PDRB, pembukaan lapangan kerja, dan pertumbuhan pendapatan masyarakat.
Tak hanya itu, nilai ekspor Provinsi Kepri juga mengalami kenaikan sebesar 17,37 persen atau meningkat 231,74 juta USD dibanding tahun 2024.
Kinerja ekonomi Kepri mencerminkan daya tahan yang kuat di tengah tantangan global. Sektor manufaktur kembali tumbuh tinggi dan menjadi penopang utama.
Seiring capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menjaga momentum melalui penguatan infrastruktur, konektivitas antarwilayah, serta transformasi ekonomi berbasis pertumbuhan berkualitas.
Selain fokus ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, reformasi birokrasi berbasis teknologi, serta penguatan harmoni sosial juga terus didorong sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Dengan capaian tahun pertama yang solid, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis tren pertumbuhan positif ini dapat terus berlanjut dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. ***
















