TANJUNGPINANG – Laju pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan tren menggembirakan pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri kini berhasil menembus kategori “Sangat Tinggi”, menandai peningkatan kualitas hidup masyarakat yang semakin kuat.
Sejak awal menjabat pada 20 Februari 2025, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura menegaskan arah pembangunan daerah bertumpu pada visi “Mewujudkan Kepri yang Maju, Makmur, dan Merata.”
Fokus pembangunan tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia yang berdaya saing.
“Dari sana, kita menurunkan program-program unggulan yang relevan dengan kebutuhan daerah,” ujar Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Jumat (20/2/2026).
Selama periode 2021–2025, IPM Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan tren meningkat secara konsisten dan berada di atas rata-rata nasional. Pada tahun 2025, IPM Kepri mencapai 80,53 atau naik 0,64 poin (0,80 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini sekaligus menandai graduasi Kepri dari kategori “Tinggi” menjadi “Sangat Tinggi”, sebuah indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia.
Secara nasional, Kepri menempati peringkat ketiga terbaik dan menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di luar Pulau Jawa.
Peningkatan IPM Kepri tidak terlepas dari fokus kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada penguatan sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif.
Di sektor pendidikan, Pemprov Kepri menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis kepada sekitar 39 ribu siswa baru jenjang SMA/SMK/SLB pada 2025 dengan alokasi anggaran sekitar Rp9 miliar.
Program transportasi siswa juga digulirkan, termasuk transportasi laut bagi 831 siswa di tujuh sekolah di Kabupaten Lingga.
Sementara di bidang kesehatan, penguatan layanan terus dilakukan, termasuk peresmian tujuh gedung layanan baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) di Tanjunguban, Kabupaten Bintan.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura juga terus mendorong pendidikan vokasi guna melahirkan SDM berkarakter, unggul, dan berdaya saing tinggi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus menekan tingkat pengangguran secara bertahap.
Dengan capaian IPM yang kini menembus kategori sangat tinggi, Pemprov Kepri optimistis kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat dan menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. ***
















