TANJUNGPINANG – Peristiwa belum turunnya hujan di wilayah Tanjungpinang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Mei 2026 berdasarkan hasil koordinasi pemerintah dengan BMKG Tanjungpinang.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi potensi kekeringan yang semakin meluas.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan prediksi dari BMKG menunjukkan bahwa kondisi kemarau masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan.
Hal ini membuat pemerintah perlu mengambil langkah antisipasi, termasuk menyiapkan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
“Menyikapi situasi dan kondisi kekeringan ini, tim Satgas telah dibentuk. Ini sebagai bentuk tanggung jawab, kepedulian, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menghadapi kesulitan pemenuhan air bersih,” kata Lis, Sabtu, 28 Maret 2026.
Selain itu, Pemko Tanjungpinang juga berencana menggelar rapat koordinasi bersama unsur FKPD untuk menentukan status siaga atau tanggap darurat kekeringan.
Dengan prediksi hujan yang masih cukup lama, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air guna mengantisipasi keterbatasan pasokan. ***













