GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Tanjungpinang “TUAN RUMAH” FBK

×

Tanjungpinang “TUAN RUMAH” FBK

Sebarkan artikel ini
Juramadi Esram, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang. (Foto : Dedi Yanto)

TANJUNGPINANG (SK) — Sebagai “Tuan Rumah” pelaksanaan Festival Bahari Kepri (FBK) tahun 2016, yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Tanjungpinang siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan FBK yang rangkaian acaranya akan dimulai pada 22-28 Oktober mendatang. Kegiatan ini disejelankan dengan kegiatan International Selat Sail Karimata.

“Kita siap mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Drs. H. Juramadi Esram, SH, MT, MH kepada Sijori Kepri, usai Rapat Koordinasi Teknis Persiapan FBK, di Kantor Bappeda Kepri, kemarin.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Esram mengatakan, untuk mensukseskan kegiatan FBK, pihaknya akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mendukung pelaksanaan FBK. Kegiatan dimaksud adalah Dragon Boat Race International Tanjungpinang, Festival Laut dan Festival Sungai Carang. Sedangkan FBK sendiri, akan di pusatkan di Anjung Cahaya, Kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang.

“Ini adalah bentuk keseriusan kita untuk mensuksekan kegiatan ini,” ujar Esram, didampingi Kasi Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Maswito.

Dikatakannya, FBK 2016 merupakan penyelenggaran Festival ke-4 yang diselenggarakan sejak tahun 2012. Dan kegiatan FBK ini akan di lounching oleh Menteri Pariwisata Republik Indoesia Dr. H. Arief Yahya, M.Sc, dan Soesilo Soedarman, di Aula Kantor Kementrian Pariwisata Republik Indonesia di Jakarta. Sedangkan kegiatan FBK di Tanjungpinang akan dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, Maswito mengatakan, untuk mensukseskan kegiatan tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, terkait dengan kegiatan ini.

“Kita terus melakukan koordinasi dengan Pak Guntur,” ujar Maswito.

Menurut Maswito, FBK merupakan kesempatan emas bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memperkenalkan destinasi wisata di Kota Tanjungpinang, sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang. Karena itu, tugas kita semua untuk mensukseskan kegiatan ini.

Dikatakan Maswito, untuk mendukung kegiatan FBK Dinas Pariwisata Provinsi Kepri akan melaksanakan “Wonderful Kepri Art dan Culenery”. Sedangkan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah Pesona Kepri Pesona Indonesia, Panggung Kesenian, Kepri Carnival dan Culinery Fiest. Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan dipelbagai tempat di antara Gedung Daerah, Anjung Cahaya, lapangan Badan Arsip Perpustakaan dan Museum Kota Tanjungpinang, serta Lapangan Dewa Ruci.

Kasi Promisi Wisata, Maswito. (Foto : Istimewa)
Kasi Promisi Wisata, Maswito. (Foto : Istimewa)

Tinjau Kota Rebah

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Olahraga Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemartiman Republik Indonesia, Sartin HIA, minggu lalu mengunjungi Istana Kota Reba. Kunjungan ini dalam rangkaian persiapan Rapat Festival Sail Selat Karimata, yang akan diselenggarakan pada 22 April 2016 mendatang di Hotel CK Tanjungpinang.

Dalam kunjungan ke Kota Rebah, Sartin HIA didampingi oleh Kabid Ekonomi Bappeda Kota Tanjungpinang, Hermawan dan Kasi Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Tanjungpinang Maswito. Pada kesempatan tersebut, Sartin HIA akan mengajak peserta rapat, pejabat dari empat kementerian (Kementerian Maritim, Kementrian Pariwisata, Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementrian Kelautan, Red) untuk meninjau Kota Rebah.

“Saya akan mengajak peserta rapat yang terdiri 15 pejabat eselon I di empat kementerian itu untuk meninjau Kota Rebah, yang merupakan tapak istana kerajaan Johor – Riau – Lingga ini,” ujar Sarfin HIA, seperti disampaikan Maswito.

Sartin juga mengatakan, untuk menyelamatkan situs sejarah di Kota Rebah, perlu keterlibatan semua pihak di tingkat kementerian. Untuk cagar budaya ini kerjaan Kementerian Pandidikan dan Kebudayaan, untuk pembangunan plantar mangrove dan pelabuhan ini kerjaannya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata.

“Untuk menyelamatkan Istana Kota Rebah perlu dikeroyok,” ujar Sartin HIA. (SK-RM/R)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100