— Ini Paparan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah Yang Harus Kita Simak.
— Jangan Sampai Terjadi Seperti di Bintan Baru-Baru Ini.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sebagai komitmen Pemko Tanjungpinang atas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan adalah “Number One”, atau pelayan yang menjadi nomor satu dalam setiap akses pelayanan.
Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan apabila terjadi pelayanan buruk seperti yang baru-baru ini terjadi di Bintan, Lis menegaskan tidak boleh ada, dan yang jelas itu adalah garis merah yang tidak boleh terjadi di Tanjungpinang.
“Jika BPJS sudah mati atau belum punya, dan tidak mampu, lalu tidak diberikan pelayanan kesehatan, ya tidaklah. Kita sudah ada Jamkesda. Jadi kita harus antisipasi, bahwa masalah kesehatan itu kita tidak boleh kaku. Kalau kaku, maka pelayanan kesehatan menjadi susah,” ungkapnya usai Konferensi Daerah IGTKI-PGRI Kota Tanjungpinang Periode 2017-2022, di Halaman Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Museum Kota Tanjungpinang, Jalan H Agus Salim, Tepi Laut, Jumat, (22/09/2017).
Lis menjelaskan, bahwa itu adalah komitmen Pemko untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk menjadi pelayanan yang nomor satu.
Ia mencontohkan, seperti yang ada di Puskesmas Kampung Bugis, dimana ruang inapnya seperti apa.
“Sekarang Alhamdulillah, dari anggaran pusat atas usulan kita, mendapatkan pelayanan kesehatan seperti itu,” imbuhnya.
Lanjutnya, termasuk juga pembangunan di Puskesmas Batu 10. Sekarang, tahun ini Puskesmas Pancur yang dapat bantuan untuk membangun disebelahnya, karena yang dilayani untuk Puskesmas Pancur itu banyaknya sudah luar biasa.
Lis meyakinkan, bahwa itu merupakan salah satu komitmen, bahwa Pemko memandang serius dan menganggap bahwa ini adalah faktor pelayanan yang paling utama dalam sisi pelayanan.
“Apa artinya kita mendapatkan sumber daya manusia yang baik, kalau masyarakatnya tidak sehat,” tutupnya. (SK-MU)
















