SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sudah sekian lama permukaan air parit besar yang mengalir mulai dari Perumahan Bandara Asri, Kampung Wonosari, KM 13, RT 3/RWXI, hingga RW XII Kampung Sidomakmur terjadi pendangkalan, dan jika waktu musim penghujan selalu meluap.
Pendangkalan paling serius dari parit yang panjangnya kurang lebih 1,5 KM itu, terdapat dipertengahan, selanjutnya parit dipenuhi dengan rerumputan tebal hingga kearah jembatan kampung Sidomakmur, tak jauh dari SD 10 Tanjungpinang Timur, karena lebatnya semak-semak dan longsoran tanah.
Atas inisiatif warga RT III/RW XI perumahan Bandara Asri bersama ketua RT yang bernama Ahmad Fakih Djamroni, yang akrab dipanggil Yoni, mendatangi PT Telaga Baru yang sedang melakukan perataan tanah untuk dibangun perumahan diseberang parit, karena memiliki alat berat, untuk dapat membantu warga mendalamkan parit yang mendangkal.
“Permintaan warga akhirnya dikabulkan Bos PT, Bapak Sunandar, dan melakukan pengerukan dibagian yang paling parah sekira 100 meter. Terima Kasih kepada Bapak Sunandar atas bantuannya. Kini permukaan air sudah menurun,” kata Yoni, Minggu, (25/02/2018).
Ditambahkan Yoni, sebenarnya usulan ke pemerintah untuk normalisasi karena keluhan warga sudah lama dilakukan, namun masih belum juga dapat direalisasikan, karena keterbatasan dana.
Begitu juga penjelasan Ketua RW XII, Kampung Sidomakmur, Ujang Suhardiono, beberapa hari yang lalu, dimana Ujang mengatakan kepada media ini, bahwa pemerintah mengalami keterbatasan dana.
“Apa lagi panjang drainase tersebut kurang lebih 1,5 KM. Ditambah lagi posisi drainase, sebagian besarnya daerah yang berawa-rawa, hingga sulit untuk alat berat bekerja. Dananya besar juga tuh,” kata ujang.
Koordinator Wilayah (Korwil) perumahan Bandara Asri, Awang, mengatakan, saat penggalian selain lumpur dan akar-akar rerumputan yang sudah menebal, juga ada kayu dan papan yang tertimbun di badan parit.
Penggalian tersebut, lanjut Awang, tidak seluruhnya, karena alat berat hanya dapat bekerja di bagian permukaan tanah yang sudah ditimbun dan mengeras saja, dan tidak dapat sampai ke jembatan, karena lokasinya berawa.
“Namun karena yang di keruk dibagian yang paling parah, kini Alhamdulillah permukaan air di pinggir perumahan Bandara Asri, terjadi penurunan. Kita patut juga ucapkan terima kasih kepada Bos PT Telaga Baru,” ucap Awang.
Dari keterangan Yoni (Ketua RT) dan Awang (Korlap), media ini melihat langsung kondisi air di perumahan, dan bertemu salah seorang warga, Tarmizi, yang sedang memperhatikan batas air parit yang menurun dan membekas jelas, di pinggir batu miring.
“Wah. Ini sudah turun kurang lebih 40 cm. Lumayan jugalah,” kata Tarmizi, sambil menunjukkan bekas air yang mengendap sekian lama.
Bos PT Telaga Baru, Sunandar, ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya memenuhi permintaan warga, karena melihat pendangkalan itu sudah sangat parah, dan kebetulan juga ia memiliki alat berat.
“Tak ada salahnya kita bantu warga Bandara Asri. Apa lagi nantinya warga perumahan yang rencananya akan kami bangun bertetangga, dan sama-sama membutuhkan drainase yang lancar,” pungkasnya. (SK-MU)








