GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

Virus Corona Mengancam, Dinas Pendidikan Kepri Belum Ambil Sikap

×

Virus Corona Mengancam, Dinas Pendidikan Kepri Belum Ambil Sikap

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Kepri, Irwan Panggabean. (Foto : Dedi Yanto)

Sijori Kepri, Tanjungpinang — Ketakutan dan kekhawatiran warga terhadap bahaya penyebaran Virus Corona, di wilayah Provinsi Kepri, ternyata belum mendapat reaksi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Lembaga ini sama sekali diam dan belum mengeluarkan sikap terhadap aktivitas belajar mengajar siswa SMA sederajat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kondisi ini, akhirnya membuat kalangan orang tua bereaksi. Mereka mengaku sangat menyesalkan sikap diam dari dinas yang dikomandoi Muhammad Dali tersebut.

”Virus Corona tidak bisa dianggap enteng. Dinas Pendidikan Kepri tolong buat keputusan. Jika anak kami terkena virus Corona, apakah Dinas Pendidikan Kepri bersedia bertanggugjawab?. Kami selaku orang tua sangat khawatir dan takut. Apalagi, pihak kabupaten dan Kota se-Kepri telah mengeluarkan keputusan meliburkan siswa TK, SD dan SMP sederajat,” ujar Fida, orang tua siswa salah satu SMA di Tanjungpinang, Senin, (16/3/2020).

Wanita berkerudung ini melanjutkan, perlu diketahui oleh Dinas Pendidikan Kepri, telah banyak lembaga yang berada di atas Dinas Pendidikan Kepri, telah mengeluarkan sikap. Lembaga itu antara lain Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan Surat Edaran Pelaksanaan UN Tahun 2020, terkait Penyebaran Virus Corona (COVID-19) per tanggal 14 Maret 2020.

BSNP menilai keberlangsungan UN bergantung pada kebijakan dari pemerintah daerah. Bagi pemerintah daerah yang telah menyatakan sekolah diliburkan, maka pelaksanaan UN akan ditunda.

Lembaga lain yang juga telah bereaksi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Melalui Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana, menjelaskan, siswa diliburkan menyusul munculnya kasus penyebaran Virus Corona di Indonesia.

”Bahkan, Plt Gubernur Kepri, selaku atasan Kadis Pendidikan Kepri, juga telah mengeluarkan edaran terkait munculnya kasus penyebaran Virus Corona di Indonesia. Tentu ini tidak main-main. Sebagai orang tua, kami sangat heran mengapa Kadis Pendidikan Kepri belum mengambil sikap. Atau yang bersangkutan tidak paham bahwa virus ini sangat mematikan bagi manusia,” sesalnya.

Hal senada juga dikatakan Devi, orang tua siswa salah satu SMA di Tanjungpinang. Jika beberapa pihak telah mengambil sikap, terkait bahaya penyebaran Virus Corona, artinya virus ini tidak boleh dianggap enteng.

”Kita berharap, anak kami yang duduk di bangku SMA, juga diliburkan. Agar kekhawatiran orang tua berkurang. Minimal, aktivitas anak bisa dipantau secara langsung. Jika tidak diliburkan, kita akan terus khawatir,” kata Devi.

Hingga kini, satu persatu korban mulai terjangkit virus. Orang tua berharap virus tidak meluas ke lingkungan anak mereka yang tengah duduk di bangku SMA. Jika Dinas Pendidikan, belum mengambil sikap terkait bahaya virus ini, tentu orang tua sangat menyayangkan sekali.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Kepri, Irwan Panggabean, mengatakan, jika masing-masing kabupaten/kota telah mengeluarkan keputusan dan edaran terkait proses belajar mengajar siswa tingkat SD dan SMP, keputusan itu diserahkan ke masing-masing daerah.

”Itu khan kebijakan masing-masing kepala daerahya. Lagi pula, siswa SMK lagi melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dinas Pendidikan berharap ujiannya tidak terganggu,” kata Irwan Panggabean, terkesan enteng.

Ditanya apakah Dinas Pendidikan Kepri ada rencana untuk meliburkan siswa SMA sederajat, lagi-lagi, pejabat ini mengaku pihaknya belum mendapat informasi dari atasan.

”Kita belum tahu apakah siswa SMA juga akan liburkan. Harapan kita siswa tidak libur. Jangan terganggu ketika siswa mulai ikuti UNBK,” tandasnya. (R Rich)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100