

BATAM — Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, di Radisson Hotel, Suka Jadi, Kota Batam, Rabu, 10 Mei 2023, malam.
Kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, yang ditandai dengan pemukulan gong, dengan didampingi langsung Gubernur Ansar dan tamu undangan lainnya.
Gubernur Ansar dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, sekaligus ucapan terima kasih karena telah memilih Kota Batam Provinsi Kepri sebagai tempat berlangsungnya kegiatan Rakernis Pengelolaan Ruang Laut.
Menurut Gubernur Ansar, Provinsi Kepri yang sebagian besarnya adalah lautan, satu sisi menjadikan sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.
Ada kurang lebih 44.575 jumlah rumah tangga nelayan, baik penangkapan ikan dan sektor budidaya ikan. Dimana sektor tersebut memiliki potensi lestari sumber daya ikan yang mencapai 1,3 ton per tahunnya.
“Selain itu, di Kepri juga terdapat pemanfaatan ruang laut yang digunakan melalui pemukiman. Dimana ada kurang lebih 70 persen kabupaten/kota yang memiliki pemukiman diatas laut, atau sebanyak 322 desa/kelurahan. Dari jumlah itu ada sekitar 172 desa/kelurahan di 412 wilayah, yang telah berkesesuaian dengan data Konfirmasi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL),” kata Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar mengharapkan dukungan penuh pemerintah pusat dalam upaya memanfaatkan berbagai potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar di wilayah Kepri.
“Karena dengan dukungan penuh dan juga sinergitas yang terbangun baik, kami yakin potensi maritim di Kepri bisa dimaksimalkan guna mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Ansar, dihadapan Menteri dan jajaran tinggi Kementerian KKP.














