[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
Dari Dulu, RRI Dikenal “NETRAL dan INDEPENDEN”
– Dialog Sempena Hari Jadi RRI Ke 73.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Sempena hari Radio ke 73, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Tanjungpinang, mengadakan Dialog Interaktif yang dilaksanakan di Kedai Kopi Batu 10 Tanjungpinang, dengan mengangkat tema “Penguatan Netralitas dan Independen Radio Republik Indonesia Sebagai Lembaga Penyiaran Publik”, Senin, (17/9/2018).
Anggota DPRD Kepri, Rudi Chua, mengatakan bahwa, RRI sejak dulu memang sudah terdengar netral dan independen, dan harapannya RRI dapat lebih mengembangkan kearah penyiaran berbasis digital, mengingat daerah kita (Kepri) terdiri dari berbagai pulau-pulau. Jadi, fungsi RRI sebagai media pemersatu bangsa lebih mencapai tujuannya.
Ketua STISIPOL Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan, RRI sudah menjadi bagian publik secara nyata dengan cepatnya menampung respons akan informasi dari masyarakat pendengar, sampai ke pelosok daerah, sangat membantu para nelayan juga di tengah laut untuk mendapatkan informasi yang diinformasikan dari RRI.
“RRI sudah milenial dengan ikut mempergunakan RRI Play, jadi sangat membantu sekali,” sebut Endri.
Disinggung mengenai netralitas siaran, Endri Sanopaka mengatakan, sudah menunjukkan netralitasnya. RRI sudah menjadi penengah antara masyarakat dan pemerintah yang ada di Kepulauan Riau.
Mantan Bupati Bintan, Ansar Ahmad, mengapresiasi acara dialog interaktif seperti ini dan mengatakan, sewaktu menjabat Kepala Daerah di Bintan peran RRI sangat dirasakan, dan menjadikan mitra dalam penyampaian informasi.
“Dalam hal masyarakat menyampaikan informasi melalui RRI, saat menjabat Bupati Bintan, mewajibkan setiap kepala OPD di Kabupaten Bintan untuk menjadi Narasumber di RRI, guna memenuhi kebutuhan dan menjawab informasi dan pertanyaan dari masyarakat Bintan,” ucap Ansar.
Assisten 2 Pemprov Kepri, Samsul Bahrum, mengatakan perlu penguatan sampai ke luar negeri, dan di era internet kemungkinan RRI tak menarik bagi masyarakat, karena pendengar RRI umumnya kaum tua. Lebih lanjut Samsul Bahrum mengatakan, RRI tidak hanya sebagai corong pemerintah, namun juga menjadi corong masyarakat kepada Pemerintah.
Ketika ditanya moderator apa yang dibutuhkan masyarakat Kepri, Samsul Bahrum mengatakan, pada umumnya masyarakat kita mengharapkan pelayanan publik yang baik, harga sembako yang terjangkau, jadi harapannya RRI dapat melaksanakan penyampaian masyarakat ini.
“Dalam kesempatan dialog ini, meminta agar RRI menyiapkan satu program khusus untuk Pemprov Kepri, agar Pemprov Kepri mengagendakan setiap Kepala OPD Pemprov Kepri untuk berbagi dialog interaktif di RRI, guna merespons informasi dari masyarakat,” ucap Samsul Bahrum, yang mengusulkan agar RRI Tanjungpinang berubah nama menjadi RRI Kepri.
Abdul Hanan, Kabid Layanan dan Pengembangan Usaha LPP RRI Tanjungpinang menyampaikan bahwa, RRI terus update software guna meningkatkan mutu siaran yang akan disajikan kepada para pendengar.
Samsul, Kabid Tehnik LPP RRI Tanjungpinang, juga menanggapi akan me-launching Radio Picture, konten live dari RRI Pro 2, kita akan buat media YouTube, media promosi, dan media sosialisasi.
Menjelang Pilpres, dan Pileg yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan, Kapolres Tanjungpinang, Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, bukan hanya peran netralitas dan independen RRI yang dibutuhkan dalam suasana pesta demokrasi, yang bertujuan guna menciptakan suasana di masyarakat, agar tetap kondusif namun juga mengharapkan RRI harus profesional.
Sri Sulistyaningsih, Kepala Bidang Program Siaran, yang akrab dipanggil Lis, mengatakan, bahwa RRI satu-satunya radio yang menyandang kata Republik Indonesia, yang berarti mengayomi seluruh rakyat Indonesia. RRI merupakan corong seluruh masyarakat Indonesia, jadi manfaatkanlah RRI ini semaksimal mungkin oleh masyarakat Kepulauan Riau.
“Menanggapi usulan perubahan nama, hal ini sudah terjawab dengan naiknya status (tingkat) dari type C (setingkat Kabupaten/Kota) menjadi type B (setingkat Provinsi),” sebut Lis.
Robby Patria, mengatakan, tanggungjawab media ada pada publik. Mengharapkan agar jangkauan RRI dan media lain sampai ke pelosok. RRI sudah independen selama pantauan Pilkada Kota Tanjungpinang yang sudah terselenggara, selama ia menjabat sebagai Ketua KPU Tanjungpinang.
Hadir pada kesempatan dialog itu, diantaranya, tokoh masyarakat yang juga mantan Bupati Bintan, Ansar Ahmad, Kapolres Tanjungpinang Ucok Lasdin Silalahi, Anggota DPRD Kepri Rudi Chua, Mantan Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, Ketua STISIPOL Tanjungpinang Endri Sanopaka, Assisten 2 Pemprov Kepri Samsul Bahrum mewakili Gubernur Kepulauan Riau yang tidak dapat hadir, dan juga para pendengar setia RRI Tanjungpinang. (wak tar)














