KARIMUN – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun bersama warga binaan pemasyarakatan dan keluarga, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendukung pembinaan kepribadian warga binaan selama bulan suci Ramadhan.
Acara dihadiri langsung Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Yoga Hadhi Wijaya, bersama pejabat struktural dan jajaran petugas. Hadir pula para keluarga warga binaan yang mendapatkan kesempatan mengikuti buka puasa bersama.
Tercatat sebanyak 111 orang pengunjung hadir, dengan 45 warga binaan/tahanan yang dikunjungi dalam kegiatan tersebut.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pengawasan petugas sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Rutan Karimun, Yoga Hadhi Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan yang humanis di lingkungan rutan.
“Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan refleksi diri. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri serta menjaga hubungan baik dengan keluarga sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Yoga.
Menurutnya, kebersamaan saat berbuka puasa menghadirkan suasana penuh syukur dan kebahagiaan, terutama bagi warga binaan yang dapat kembali merasakan kehangatan keluarga meski berada di dalam rutan.
Momen buka puasa bersama ini juga menjadi penguat spiritual bagi warga binaan. Suasana kekeluargaan yang tercipta diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara warga binaan, keluarga, dan petugas, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Yoga.
Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan.***
















