TANJUNGPINANG β Program 58 dokter spesialis yang disiapkan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menjadi langkah konkret dalam memperkuat layanan kesehatan, dengan biaya pendidikan mencapai hingga Rp220 juta per tahun.
Program 58 dokter spesialis Kepri ini mencakup pembiayaan pendidikan bagi dokter spesialis dan subspesialis yang akan ditempatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di rumah sakit daerah kabupaten dan kota.
βTahun ini kita akan membiayai pendidikan 58 dokter spesialis dan subspesialis. Setiap orang mendapatkan pembiayaan sekitar Rp200 juta per tahun, sedangkan untuk subspesialis sekitar Rp220 juta per tahun,β ujar Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau, Sabtu (14/3/2026).
Ansar Ahmad menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara merata, terutama di wilayah yang masih kekurangan dokter spesialis.
Menurutnya, keberadaan tenaga medis spesialis menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit daerah agar mampu memberikan penanganan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Selain pembiayaan pendidikan, program ini juga dirancang dengan strategi jangka panjang melalui prioritas bagi putra-putri daerah untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis.
βKita prioritaskan putra-putri dari daerah masing-masing, agar setelah selesai pendidikan mereka dapat kembali mengabdi dan memastikan pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik,β jelas Ansar Ahmad.
Dengan skema tersebut, diharapkan para dokter yang telah menyelesaikan pendidikan dapat kembali ke daerah asal dan memperkuat layanan kesehatan di wilayah masing-masing.
Program ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga medis spesialis di daerah kepulauan yang selama ini masih menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.
Melalui pembiayaan yang cukup besar tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata. ***
















