GESER UNTUK BACA BERITA
KARIMUN

Nasib Guru TK Al Umara’ “MEMPRIHATINKAN”

×

Nasib Guru TK Al Umara’ “MEMPRIHATINKAN”

Sebarkan artikel ini
Kepala sekolah TK Al Umara', Mardiah SE dan TU/Operator Sekolah TK Al Umara'. (Foto : Ist)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]

Nasib Guru TK Al Umara’ “MEMPRIHATINKAN”

SIJORIKEPRI.COM, KARIMUN — Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru masih sangat minim. Penghargaan atas profesi pendidik, ternyata tak sebanding dengan tingkat kesejahteraan alias gaji yang diberikan kepada mereka.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Khususnya terhadap 5 orang para guru honorer TK Al Umara’ di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, yang saat ini hanya 2 orang yang menerima insentif sebesar Rp 750 ribu setiap Orang per bulannya. Uang sebesar Rp 1,5 juta itupun dibagi 5, jadi masing-masing mendapat Rp 300 ribu/orang.

Rendahnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun terhadap para guru TK (Taman Kanak-kanak) ini membuat Amirullah, salah satu masyarakat Karimun berkomentar di media sosial, Kamis, (26/07/2018).

“Sedih ini melihat kenyataan yang ada di pendidikan kita. Inilah bukti guru honor dapat insentif dari Pemda Karimun 1.500.000/bulan dibagi 5 orang Guru mengajar TK,” ujarnya.

Bagai mana rakyat Indonesia mau pandai? Anggaran untuk pendidikan sangat kecil dibandingkan dengan anggaran lain, dimana 20% anggaran pendidikan untuk semua sektor.

“Banyak anak-anak putus sekolah. Di RT saya saja, ada 3 orang anak putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu. Sementara petinggi kita sibuk dengan kekuasaan, dan bicara soal kesejahteraan rakyat. Mari kita fikirkan bersama,” ungkap Amirullah, di status Akun Facebook-nya.

Amirullah, kepada awak media ini juga mengatakan, kita sebagai masyarakat memohon kepada Bupati, agar dapat memberi insentif kepada 3 orang guru lagi di TK tersebut diatas, yang mereka sudah mengajar hampir 2 tahun itu.

“Selama ini Rp 1.500.000 mereka bagi 5 orang. Coba bayangkan betapa sulitnya mereka, dengan kondisi saat ini yang kebutuhan pokok serba mahal. Demi anak bangsa ini, mereka ngajar setiap hari, kecuali hari libur,” ujarnya.

“Seharusnya pemerintah perihatin. Tapi inilah yang terjadi di Karimun ini. Saya sebagai masyarakat biasa sangat perihatin. Ini baru satu TK, dan mungkin masih ada TK-TK yang lain,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Sekolah TK Al Umara’, Mardiah SE, mengatakan, sudah dua kali ia mengajukan intensif untuk 3 orang guru TK-nya, namun sampai saat ini, belum ada penjelasan dari Dinas Pendidikan Karimun terhadap 2 orang guru pendidik, 1 orang TU/Operator Sekolah.

“Mereka honor tetap Yayasan Al Umara’, yang sampai saat ini belum menerima Insentif,” ungkapnya. (wak fik)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100