– Untuk Sekolah-Sekolah di Kepri.
SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Keterbatasan jaringan di wilyah Kepri memang menjadi kendalah akses internet terutama di daerah-daerah terpencil dan hinterland. Hal ini yang menjadi salah satu faktor minimnya kesempatan siswa untuk ikut ujian berbasis komputer. Saat ini Pemprov Kepri mendapat tawaran untuk membangun tower-towet di sekolah-sekolah yang sulit dilalui jaringan internet pada tahun 2018, agar pemerataan pendidikan dapat dirasakan secara menyeluruh.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Drs H Arifin Nasir M.Si, pada pembukaan “Rapat koordinasi dan Evaluasi Dinas Pendidikan se-Provinsi Kepri, di Hotel CK KM.8 atas, Tanjungpinang, Senin (13/03/2017).
“Tahun ini ada 600 unit kita mengadakan komputer untuk membantu sekolah-sekolah. Pelan-pelan dalam tempo tiga tahun kedepan, sekolah-sekolah kita sudah benar-benar dapat melakukan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer,” ujar Arifin.
Selain tidak menginginkan terjadi pertelagahan/perselisihan tentang penerimaan siswa baru, Arifin juga menyinggung masalah akreditas sekolah, yang menurutnya harus dicapai oleh setiap sekolah-sekolah di Kepri.
“Sekolah diwajibkan untuk mencapai tingkat akreditas yang baik, agar dapat mengikuti UN. Kalau tidak, maka Kepala Sekolah tidak dibenarkan mengadakan UN, agar kita tahu sudah seberapa banyak sekolah di Kepri ini yang sudah mengikuti proses akreditas,” tegasnya.
Oleh sebab itu lanjut Arifin, penting sekali kita melakukan pendataan tentang akses sekolah di Kepri, yang menjadi data bagi Provinsi kita, agar kita dapat mengetahui berapa banyak fasilitas yang ada, dan luas lahan, sehingga dapat dikompilasikan di tujuh kabupaten/kota ini.
“Maka tahun 2017 ini, dan paling lambat tiga tahun kedepan kita akan menjawab, dan menyelesaikan masalah yang sudah menjadi isu sentral, yaitu pemerataan dan mutu pendidikan. InsyaAllah pendidikan di Kepri akan menjadi cemerlang dan terbilang,” tutupnya.
Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan tiga hari, yakni tanggal 13 hingga 15 Maret 2017 itu dibukan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali, disaksikan Arifin Natsir, Kadisdik Bintan, Tamsir, Rektor Umrah, dan petinggi-peringgi pendidikan, dan ratusan Kepala SLTA dan Pengawas Sekolah se-Kepri. (SK-MU)
















