LINGGA (SK) — Program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan Pemerintah, sepertinya tak bisa diraih oleh Fitri, Siswi tamatan Sekolah Dasar (SD) di Dabo Singkep. Padahal, keinginan Fitri untuk bersekolah melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) sangatlah tinggi. Namun, miris memang kenyataannya, Fitri harus mengubur keinginannya untuk melanjutkan sekolah, karena tidak mempunyai biaya.
“Keinginan Fitiri untuk melanjutkan sekolah sangatlah tinggi, namun, harus kandas hanya karena tidak mempunyai biaya,” ucap salah satu sumber kepada Sijori Kepri, Senin, (18/07/2016).
Awalnya, sumber cerita menambahkan, Fitri menunggu orang tuanya yang bekerja di Batam pulang, atau mengirim uang untuk biaya masuk sekolah. Namun, orang tuanya tak kunjung pulang dan juga tidak mengirim uang. mungkin, orang tua Fitri juga lagi tidak mempunyai biaya untuk Fitri melanjutkan sekolah, karena orang tuanya yang kerja di Batam hanya bekerja sebagai buruh serabutan.
“Mungkin orang tuanya juga belum mempunyai biaya untuk fitri masuk sekolah, karena orang tuanya di Batam hanya bekerja sebagai buruh serabutan,” ujarnya bercerita.
Kita mengharapkan adanya orang yang dapat membantu fitri, seperti bapak asuh, yang bisa membiayai fitri untuk melanjutkan bersekolah di SMP.
“Sehingga, program Pendidikan 12 Tahun yang dicanangkan Pemerintah dapat berjalan,” unggahnya. (SK-Pus)







