GESER UNTUK BACA BERITA
LINGGA

3 Orang Warga Lingga “POSITIF DARAHNYA NGANDUNG MIKROFILARIA”

×

3 Orang Warga Lingga “POSITIF DARAHNYA NGANDUNG MIKROFILARIA”

Sebarkan artikel ini
Pemberian obat filariasis kepada masyarakat. (Foto : Istimewa)

LINGGA (SK) — Pemberian obat filariasis secara serentak diseluruh wilayah, untuk pemberantasan dan pencegahan penyakit kaki gajah tahun ke-4 di Kabupaten Lingga, berlangsung di semua Unit Pelayanan Kesehatan di tingkat desa, dimulai hari ini, Selasa (04/10/2016).

Dalam memberikan obat ini, agar masyarakat mau datang tempat-tempat pemberian obat yang telah disediakan, berbagai cara yang dilakukan oleh Desa maupun Kelurahan, salah satunya dengan memberikan Doorprize kepada masyarakat, yang mau datang untuk minum obat tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, dr Ignasius Luti, mengatakan, pemberian obat anti filariasis secara massal tersebut, kali ini sudah tahun ke 4 untuk program eliminasi penyakit kaki gajah. Dan Kabupaten Lingga, ditetapkan sebagai Daerah endemis kaki gajah berdasarkan survei pemeriksaan sampel darah, pada tahun 2012 di Lingga Utara.

“Dari 300 sampel darah yang diperiksa, ada 33 sampel darah yang positif mikrofilaria,” ungkapnya, kepada awak media, Senin, (03/10/2016), kemarin.

Untuk kegiatan POPM Filariasis tahun 2016 ini, kata Luti, rakor tingkat Kabupaten talah dimulai pada bulan Mei 2016 lalu. Berikutnya, rakor tingkat kecamatan yang berlangsung pada bulan Juli dan Agustus. Sementara itu, tim Dinas Kesehatan telah menggelar pelatihan kader filariasis, distribusi obat dan alat kelengkapan POPM, seperti spanduk, poster, pada Bulan September lalu.

“Dan final pelaksanaan POPM tersebut, pada bulan Oktober 2016 di seluruh Daerah Kabupaten Lingga,” terangnya.

Data empat tahun lalu, saat dilakukannya pemeriksaan sampel darah dari 300 orang, lanjut Luti, telah ditemukan 33 orang positif mikrofilaria di Desa Budus, Merawang dan Sungai Besar. Sementara itu, data terbaru Pada tahun ini, setelah dilakukan pemeriksaan kembali hanya 3 orang yang ditemukan positif.

“Untuk pencapaian target, warga yang mengikuti program pemberantasan penyakit kaki gajah ini, yang program dimulai tahun 2013 hingga sekarang, terus menunjukan peningkatan,” paparnya.

Dari data, sebut Luti lagi, pada tahun 2013 sebanyak 78%, 2014 79% dan tahun 2015 lalu mencapai 84%. Untuk tahun 2016, setelah dilakukan pengambilan sampel darah di Kecamatan Singkep sebanyak 325 orang, hasil yang didapatkan semuanya negatif.

“Kegiatan pemberatasan penyakit kaki gajah di Kabupaten Lingga, rencananya akan berlangsung 5 tahun berturut-turut. Dan dalam satu tahun, cukup sekali saja minum obat pencegahan tersebut,” tuturnya.

Untuk sebuah Kabupaten dikatakan bebas penyakit kaki gajah, Luti menerangkan, jika memenuhi syarat, yakni satu, cakupan tiap tahap di atas 65%, setelah 5 tahun melakukan kegiatan dan kemudian disurvei, hasil di Kecamatan endemis dan pembandingnya harus dibawah 1 %, survei tersebut dilakukan oleh team dari Kementerian Kesehatan dan BTKL Batam.

“Tahun 2016 ini, tinggal 3 orang yang masih positif, darahnya mengandung mikrofilaria,” katanya lagi.

Kita berharap, tambah Luti, masyarakat Lingga mau turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan datang ke pos-pos pemberian obat dan meminumnya. Sehingga nantinya, selesai program 5 tahunan ini, tidak ada lagi penderita penyakit kaki gajah di Kabupaten Lingga.

“Kita harap, masyarakat mau datang ke pos yang telah disediakan untuk minum obat. Sehingga, setelah 5 tahun nanti kegiatan ini selesai, tidak ada lagi masyarakat yang mengidap penyakit kaki gajah,” unggahnya. (SK-Pus)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100