โKonsekuensi pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), ada menang, dan ada kalah. Jika nantinya, Ansar kalah, Kepri akan kehilangan wakil rakyatnya di Senayan. Kita tidak mau menghedaki hal ini. Karena itu, kita berharap, Ansar menunda keikutsertaannya pada Pilkada Serentak Kepri tahun 2020 ini,โ ujar wanita menjabat Ketua LSM Bakti Melayu Bersatu Provinsi Kepri tersebut.
Permintaan ini, bukan datang dari dirinya saja, melainkan banyak dari Kabupaten/Kota se-Kepri. “Permintaan agar Ansar bersedia menunda ikut Pilkada Kepri telah banyak kita tampung. Tidak saja dari Tanjung Pinang, akan tetapi datang dari kabupaten/kota se-Kepri,โ ujar wanita akrab disapa Bunda Aminah ini.
Pilkada, tidak sama dengan Pemilihan Legislatif (Pileg). Jika saat Pileg tahun 2019 lalu, perolehan suara Ansar sangat signifikan, tidak serta merta akan mengalami hal serupa pada Pilkada.
Karena, dalam Pilkada, pendukung partai politik dan elektabilitas yang bersangkutan, sangat menentukan. Jika mengacu elektabilitas, tentu Ansar memilikinya. (Wak Dar)
















