Ansar Ahmad juga mengatakan, bahwa peran BEM dalam mengawal jalannya pemerintahan, serta demokrasi yang sedang berjalan. Provinsi Kepri sebagai wilayah maritim memiliki potensi yang besar.
“Semoga nantinya hasil dari Munas ini dapat menjadi formula untuk mempercepat dan mendorong pemerintah pusat dalam mengesahkan RUU Daerah Kepulauan,” tegas Ansar.
Ansar sangat menyambut baik pelaksanaan Musyawarah Nasional BEM SI ke XVI di Provinsi Kepri ini.
“Semoga ajang ini menjadi ajang silaturahmi dan juga mempertajam pemikiran kita semua sebagai mahasiswa yang mampu menjadi generasi muda penerus bangsa,” tambah Ansar.
Sementara itu, Rektor UMRAH, Prof Dr Agung Dhamar Syakti S.Pi DEA, menyambut baik pelaksanaan Musyawarah Nasional BEM SI Seluruh Indonesia di UMRAH ini.
“Semoga pelaksanaan Munas BEM SI ini mampu menghasil formula baru dan kebijakan terkait memperkokoh NKRI dalam perspektif maritim ini,” kata Agung.
Agung juga mendorong agar adek-adek mahasiswa mampu menghasilkan output yang baru dan juga menjadi solusi nyata dalam memberikan kontribusi nyata dalam mengelola kemaritiman.
“Perkuat poros maritim, jadikan maritim sebagai salah satu potensi utama Kepri,” kata Rektor Agung.
Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Fajar Rahmat Sidik, mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai komitmen bersama untuk kembali mengeratkan simpul kesatuan mahasiswa yang ada di Indonesia.
“Melalui Munas BEM SI ini, kami mengharapkan dapat ikut memberikan kontribusi dalam pembangunan dari berbagai gerakan mahasiswa, agar mampu menghasilkan solusi terbaik dalam persoalan yang ada khususnya terkait kemaritiman,” jelas Fajar. ***
(Red)














