Pastikan Stok Sembako, Obat-obatan dan Harga Stabil demi Lindungi Warga
ANAMBAS — Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait kesiapsiagaan daerah, khususnya menyangkut ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat, Sabtu (19/7/2025) di Aula DPMPTSP Anambas.
Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, perwakilan BMKG, Kepala Bulog, sejumlah kepala OPD, Dandim 0318/Natuna, dan Danlanal Tarempa.
“Jika musim ekstrim, misalnya muatan 200 orang harus diturunkan, apapun ceritanya wajib diturunkan, karena itu menyangkut nyawa orang,” tegas Bupati Aneng.
Bupati Aneng menekankan bahwa seluruh instansi harus bergerak cepat dan bersiap sejak dini dalam menghadapi musim cuaca buruk.
Ia mengingatkan bahwa setiap kapal yang masuk Anambas wajib dipastikan kelengkapan manifest dan dokumen keamanannya.
“Cuaca ini tidak bisa kita kompromi. Kalau dia turun, kita harus sudah siap-siap,” ujarnya. “Saya sudah tahu, kemarin saya lihat sendiri, waktu bulan Desember cuacanya sangat ekstrim. Jadi kita harus sama-sama waspada,” tambahnya.
Dalam rapat itu, Aneng juga memberi instruksi tegas kepada Kepala Bulog untuk menjamin ketersediaan stok bahan pokok minimal enam bulan ke depan.
Begitu pula Dinas Kesehatan diminta memastikan ketersediaan obat-obatan di seluruh pulau, khususnya yang jauh dari ibu kota kabupaten.
“Kalau orang sakit tak bisa datang ke ibu kota karena cuaca ekstrem, lalu di daerahnya juga tak ada obat, berarti berdosa kita semua sebagai pelayan masyarakat,” kata Aneng penuh keprihatinan.
Bupati Aneng juga meminta Dinas Perindag untuk mengontrol harga dan stok kebutuhan pokok seperti gula, minyak goreng, telur, mie instan, bawang, dan lainnya. Ia menegaskan tidak ingin ada spekulan yang memanfaatkan kondisi sulit saat cuaca ekstrem.
“Harga itu jangan sampai naik agar jangan jadi beban masyarakat. Jangan ada aja mumpung. Kalau saya tahu ada yang naik-naikkan harga, saya akan turun langsung,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, apabila harga-harga di toko melonjak, pemerintah akan menggelar pasar murah sebagai solusi agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.
Bupati Aneng menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa cuaca ekstrem di Anambas sudah menjadi siklus tahunan, oleh karena itu seluruh stakeholder harus siaga dari sekarang, bukan nanti ketika bencana sudah datang.
“Setiap akhir tahun Anambas pasti mengalami cuaca ekstrem. Harus dari awal kita siaga. Kalau sudah datang angin kencang, kapal tak bisa masuk, masyarakat tak bisa melaut, tak bisa cari makan. Harga sembako naik, itu sangat memberatkan. Ini yang harus kita jaga,” ujarnya. ***














