BATAM – 5 (Lima) orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil diselamatkan Polda Kepri di Batam. Kelima calon PMI tersebut direkrut dari daerah asalnya di Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian, mengatakan, kelima warga Lombok ini direktur oleh inisial R, yang menjanjikan akan diperkerjakan di suatu wilayah perkebunan Sawit di Malaysia, dengan upah 50 Ringgit Malaysia (RM) per ton.
“Namun, dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di luar negri secara legal tidak dilakukan R kepada pekerja yang direkturnya,” kata Jefri.
Disampaikan Jefri lagi, R mengirim kelima pria warga Lombok berinisial JR (31), MR (37), BI (41), AS (37), MH (33) ke Batam, hanya dengan bermodalkan pasport pelancong (wisatawan).
“Untuk perekrutan dilakukan di daerah asal oleh R (masih DPO) dan pemberangkatan ke Batam diteruskan inisial HM (39),” ujar Jefri.
HM ini, lanjut Jefri, merupakan kaki tangan R untuk mengurus dan menjemput kelima warga Lombok itu di Batam.
“Awalnya HM mengirim lima orang korban ke Malaysia melalui Pelabuhan Harbour Bay, tapi ditolak (petugas Imigrasi),” ungkap Jefri.
















