BATAM – Sebanyak 3.530.100 batang rokok ilegal tanpa pita cukai senilai sekitar Rp5,3 miliar berhasil diamankan di Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam, dalam upaya penggagalan penyelundupan yang dilakukan Bea Cukai Batam bersama TNI AL, pada Kamis (15/5/2025). Rokok tersebut rencananya akan dikirim secara ilegal ke Tanjung Pinang menggunakan kapal Roro.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan Bea Cukai Batam, Evi Octavia, mengungkapkan bahwa penindakan dilakukan setelah petugas mencurigai muatan dalam truk yang hendak menyeberang.
Saat diperiksa, petugas mendapati truk tersebut mengangkut jutaan batang rokok dari berbagai merek seperti Manchester Double Drive, Rave Ice Menthol, HD Classic, dan Ofo Bold, tanpa dilengkapi dokumen resmi serta tidak memiliki pita cukai.
“Iya benar, kita lakukan penindakan muatan rokok tanpa cukai,” ujar Evi, kemarin.
Menurut perhitungan Bea Cukai, nilai dari barang bukti tersebut mencapai Rp5,3 miliar, dengan potensi kerugian negara sekira Rp2,67 miliar akibat tidak dibayarkannya cukai.
“Diperkirakan kerugian negara sekitar Rp2,67 miliar akibat rokok ilegal yang kita sita ini,” jelas Evi.
Rokok ilegal itu langsung diamankan sebagai barang bukti dan dibawa ke kantor Bea Cukai menggunakan truk milik TNI AL.
Terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan truk TNI AL mengangkut rokok ilegal, Evi menepis isu tersebut.
Ia menegaskan bahwa truk TNI AL hanya bertugas membawa barang bukti ke kantor Bea Cukai, bukan bagian dari upaya penyelundupan.
“Truk TNI AL hanya mengangkut barang bukti. Tidak ada keterlibatan personel TNI dalam penyelundupan. Justru TNI AL berperan aktif mendukung penindakan ini,” tegasnya.
Barang bukti yang diamankan telah diterbitkan Surat Bukti Penindakan, dilengkapi Laporan Pelanggaran (LP) dan diserahkan ke Seksi Penyidikan KPU BC Tipe B Batam.
Rokok tanpa cukai ini diduga melanggar UU No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan dan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
Bea Cukai Batam menegaskan akan terus menggandeng TNI AL untuk memberantas peredaran barang ilegal di Batam.
“Kami tetap berkomitmen bersama TNI AL untuk memberantas penyelundupan dan akan menggelar operasi secara berkala,” tutup Evi. ***














