BINTAN – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah. Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Gerakan Tanjak Lobam (Taat Pajak Lobam) yang digelar di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Lobam, Rabu (21/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan aparat penegak hukum dalam memperkuat kemandirian fiskal.
Ia menyebut, keberhasilan pajak daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran kolektif seluruh pihak dalam membangun Kepri.
“Kolaborasi yang kita lakukan hari ini adalah bukti nyata bahwa kepatuhan pajak dapat tumbuh dari semangat bersama. Saya apresiasi seluruh mitra yang telah aktif mendukung gerakan ini,” ujar Gubernur Ansar Ahmad.
Dalam acara tersebut, penghargaan diberikan kepada Bupati Bintan, Roby Kurniawan, Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Andhika Bayu Adittama, Kapolres Bintan, AKBP Yunita Stevani, Kakanwil Jasa Raharja Kepri Gentur Anggoro Waseso, Pimpinan Cabang BRI Tanjungpinang, Haris Hanafi Nasution, GM PT BIIE, Aditya Laksamana, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri Lobam.
Menurut Gubernur Ansar, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para pihak dalam meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak alat berat (PAB), yang menjadi komponen penting dalam pendapatan asli daerah.
“Dengan dukungan dari seluruh mitra, kita ingin membangun sistem pajak daerah yang kuat, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar.
Lebih lanjut, Ansar menyampaikan bahwa Gerakan Tanjak Lobam merupakan langkah konkret untuk memperluas basis pajak daerah serta menumbuhkan kesadaran wajib pajak di kawasan industri strategis. Ia berharap gerakan serupa dapat direplikasi di kabupaten dan kota lain di Kepri.
“Optimalisasi pajak harus menjadi gerakan bersama. Dengan semangat kolaborasi seperti di Lobam ini, saya yakin Kepri mampu menuju kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pada transfer pusat,” kata Ansar.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kepri, Abdullah, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari kerja sama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha.
Kawasan Lobam, kata dia, dipilih sebagai pilot project karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah melalui kendaraan operasional dan alat berat industri.
“Gerakan Tanjak Lobam diharapkan menjadi simbol kepatuhan dan kolaborasi. Ke depan, kami akan terus memperluas cakupan program ini agar semakin banyak wajib pajak yang berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah,” ujar Abdullah.
Acara diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto antara Gubernur, para penerima penghargaan, serta pimpinan instansi dan perusahaan yang turut hadir. ***
















