TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendorong agar wakaf tidak hanya dipandang sebagai ibadah semata, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ansar saat melantik HZ Dadang AG sebagai Ketua Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kepulauan Riau beserta jajaran pengurus periode 2026–2029 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (8/3/2026).
Menurut Ansar, pengembangan wakaf memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi umat serta membantu pembangunan sosial di masyarakat.
Ia menilai literasi dan sosialisasi gerakan wakaf perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami manfaat wakaf, termasuk wakaf uang.
“Ke depan kita berharap wakaf dapat menjadi gaya hidup masyarakat. Wakaf harus menjadi lifestyle melalui sosialisasi dan literasi gerakan wakaf uang serta wakaf melalui uang, sekaligus menjadi spirit dalam pengembangan ekonomi dan pemberdayaan umat,” ujar Ansar.
Ansar juga berharap pengurus baru BWI Kepri dapat menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan wakaf di daerah.
Menurutnya, pengelolaan wakaf yang profesional akan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat kepada pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia Provinsi Kepulauan Riau yang baru saja dilantik. Pengurus yang baru harus menata niat, menjaga energi agar tidak mudah luntur, serta menghadirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan wakaf,” kata Ansar.
Ia menegaskan bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi umat jika dikelola secara profesional dan transparan.
Karena itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan kelembagaan wakaf di daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. ***














