TANJUNGPINANG – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengingatkan ancaman globalisasi terhadap kelestarian budaya Melayu di daerah. Hal ini disampaikan saat pelantikan Dewan Kebudayaan Kepri, Jumat, 17 April 2026.
Peringatan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat pelestarian budaya melalui pembentukan Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau.
Ansar menyebut arus modernisasi yang semakin cepat berpotensi mengikis nilai-nilai budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
“Sebagai suku Melayu, kita dihadapkan pada tantangan besar, terutama derasnya arus globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai pelestarian kebudayaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa budaya Melayu memiliki nilai adab dan kearifan lokal yang harus terus dijaga dan diwariskan.
Menurutnya, penguatan kelembagaan budaya menjadi langkah penting untuk menjaga identitas daerah di tengah perubahan zaman. ***
















