GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

BP3KR Mulai Susun Buku Sejarah Pembentukan Kepri, Diluncurkan Saat Hari Marwah 2027

×

BP3KR Mulai Susun Buku Sejarah Pembentukan Kepri, Diluncurkan Saat Hari Marwah 2027

Sebarkan artikel ini
BP3KR Mulai Susun Buku Sejarah Pembentukan Kepri, Diluncurkan Saat Hari Marwah 2027
BP3KR Mulai Susun Buku Sejarah Pembentukan Kepri, Diluncurkan Saat Hari Marwah 2027. (Foto : Ist)

TANJUNGPINANG – Yayasan Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) mulai menggesa penyusunan buku sejarah terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau yang direncanakan diluncurkan pada peringatan Hari Marwah tahun 2027 mendatang.

Penyusunan buku tersebut mulai difokuskan pada tahun 2026 ini dan diperkirakan memerlukan waktu lebih dari satu tahun. Peluncuran buku nantinya akan disejalankan dengan momentum Hari Marwah ke-25.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sekretaris Yayasan BP3KR, Sudirman Almoen, mengatakan penulisan buku itu menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau agar tetap dikenang generasi mendatang.

“Sejalan dengan peresmian gedung BP3KR ini yang merupakan simbol perjuangan kita, maka penulisan buku sejarah pembentukan Provinsi Kepri akan dilaunching pada tahun depan,” ujarnya pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam proses penyusunan buku, Yayasan BP3KR melalui Tim Penulis Buku juga mengundang para koordinator maupun perwakilan mahasiswa asal Kepri yang pernah berkuliah di sejumlah kota seperti Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Yogyakarta hingga Tanjungpinang.

Langkah tersebut dilakukan untuk menggali langsung kesaksian mahasiswa yang terlibat maupun menjadi saksi sejarah dalam rentang perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau pada periode 1999 hingga 2002.

“Kita meminta teman-teman hadir di Sekretariat BP3KR ini menyampaikan sekilas berdasarkan peristiwa yang mereka ingat dan menceritakan ulang kepada Tim Penulis Buku,” ungkap Sudirman.

Selain melakukan pendataan ulang identitas, tim penulis juga menggali informasi mengenai keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai pergerakan dan peristiwa penting selama proses perjuangan pembentukan Provinsi Kepri.

Tim penulis buku sejarah tersebut diketuai Prof Abdul Malik dengan Sekretaris Zamzami A Karim serta dibantu tiga anggota tim lainnya.

Ketua Yayasan BP3KR, Huzrin Hood, menegaskan mahasiswa memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, terutama dalam menggerakkan aspirasi masyarakat di berbagai daerah.

“Mahasiswa Kepri yang berkuliah di era awal 2000 sebagai penggerak perjuangan, yang ikut berjuang bersama tokoh-tokoh BP3KR. Untuk itulah dalam sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, keterlibatan mahasiswa pada masa itu tidak boleh dilupakan,” jelasnya.

Huzrin menyebut pertemuan dengan para mahasiswa itu dilakukan untuk mengumpulkan kembali berbagai data dan informasi perjuangan yang terjadi di sejumlah kota seperti Tanjungpinang, Jakarta hingga Pekanbaru.

Ia juga mengakui banyak pejuang Kepri yang dahulu berada di pulau-pulau belum ikut menikmati hasil pembangunan daerah hingga saat ini.

“Kita akui pengorbanan kawan-kawan seperti Han yang berada di pulau tidak ikut menikmati kue pembangunan,” ungkap Huzrin.

Selain fokus pada penulisan buku sejarah, Yayasan BP3KR juga berencana menyurati Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar Hari Marwah 15 Mei dapat ditetapkan sebagai hari bersejarah bagi masyarakat Kepri.

Menurut Huzrin, Hari Marwah menjadi tonggak penting yang menandai harga diri, martabat, dan perjuangan masyarakat Kepulauan Riau dalam mendeklarasikan pembentukan Provinsi Kepri. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100