TANJUNGPINANG (SK) — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Maret 2015 sampai September 2015 mengalami penurunan sebesar 0,46 Persen.
“Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kepulauan Riau pada priode Maret 2015 sampai September 2015 mengalami penurunan sebanyak 7.564 orang, yaitu dari 122.398 orang pada Maret 2015 menjadi 114.834 orang pada September 2015. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,46 persen,” ujar Kepala BPS Kepri Dumangar Hutauruk dalam rilis yang diterima Sijori Kepri, Rabu, (06/01/2016).
Ia juga mengatakan jumlah penduduk miskin daerah perkotaan dan perdesaan juga mengalami penurunan.
“Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sebanyak 6.390 orang, dari 89.477 orang pada Maret 2015 menjadi 83.087 orang pada September 2015. Sementara di daerah perdesaan, penduduk miskin berubah dari 32.921 orang pada maret 2015 menjadi 31.747 orang pada September 2015,” ujarnya lagi.
Sementara itu, sambung Dumangar, jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah garis kemiskinan.
“Selama Maret 2015 sampai September 2015, garis kemiskinan naik sebesar 7,17 persen, yaitu dari Rp. 448.652,- per kapita per bulan Maret 2015 menjadi Rp. 480.812,- pada september 2015. Pada periode yang sama, perkembangan garis kemiskinan daerah perkotaan meningkat 6,90 persen dan di wilayah perdesaan menigkat sebesar 8,63 persen,” tandasnya. (SK-BA)

















