[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Malas Baca, Tekan Ini”]
Dampak Lingkungan, Perusahaan Diminta “BERTANGGUNG JAWAB”
– RDP Komisi III DPRD Batam.
sijorikepri.com, BATAM — Komisi III DPRD Kota Batam, meminta kepada Perusahaan – Perusahaan untuk bertanggungjawab terhadap dampak lingkungan atas tumpahan-tumpahan barang-barang atau limbah-limbah yang diangkutnya.
Dimana hal itu bisa saja merugikan masyarakat, terutama para pengguna jalan lainnya. Seperti kecelakaan lalu lintas dan lain sebagainya. Selain itu barang-barang tersebut bisa saja merusak lingkungan hidup.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Pengelolaan Lingkungan dan Limbah, Jum’at, (04/05/2018).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Werton Panggabean seorang diri, tanpa didampingi oleh anggota DPRD Komisi III lainnya, dikarenakan anggota DPRD lainnya itu, belum pulang dari Dinas Luar (DL).
“Kami dari Komisi III DPRD Batam, berharap sangat kepada perusahaan-perusahaan untuk memperhatikan akibat produknya yang bisa saja berdampak di tengah-tengah lingkungan,” tegas Werton Panggabean.
“Misalnya ada kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang diakibatkan oleh tumpahan produk dari perusahan bapak dan ibu semua ini. Siapa yang bertangung jawab atas semua itu. Coba pikirkan,” kata Werton lagi.
Disampaikan juga oleh Werton, bahwasanya para pihak perusahaan yang terkait dengan masalah itu, untuk bisa berasosiasi mencari solusi yang tepat atau jalan keluar, sehingga tidak terjadi lagi hal seperti itu.
Selain itu, Werton juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah sering sidak terkait masalah itu, namun tidak juga ada solusi dari pihak perusahaan yang ada, sehingga masalahnya menjadi berlarut-larut saja.
Werton meminta kepada mereka, agar membuat satu badan atau asosiasi dan memikirkan bagaimana solusi dan penanganan yang tepat, agar itu semua masalah bisa selesai, dan masyarakatpun juga tidak dirugikan.
“Rapat ini saya tutup. Kita akan adakan RDP ulang. Nanti ada undangan lagi menyusul. Coba bikin asosiasi, siapa koordinatornya, dan cari solusi. Jangan hanya bisa membela diri,” kata Werton Panggabean. (Nda)














