LINGGA (SK) — Syamsir, (30), Warga Desa Penuba, Kecamatan Selayar, meninggal tersengat listrik saat akan menggantikan aliran listrik dari Genset ke PLN, Minggu, (01/05/2016). Korban yang merupakan anggota BPD Desa Penuba, menjadi korban karena kondisi aliran listrik PLN hingga saat ini masih belum menyala secara normal. PLN Penuba hingga saat ini masih dilakukan pemadaman bergilir.
“Dengan kondisi Listrik PLN yang saat ini kadang menyala dan padamnya tak menentu, membuat ada beberapa warga yang memasang dua aliran listrik, yakni PLN dan Genset,” terang Asril, warga Penuba, kepada awak media, Senin, (02/05/2016), Melalui telepon selulernya.
Sudah empat bulan ini, listrik byar pet, kata Asril, pada malam hari. Kejadian meninggalnya warga karena tersengat listrik saat mengganti arus dari genset ke arus PLN, harus menjadi perhatian pihak PLN. Warga Desa Penuba, minta PLN untuk dapat mengoptimalkan pelayanan di daerah ini dengan mengganti mesin lama dengan mesin baru, hingga tidak terjadi pemadaman bergilir.
“Pasalnya, Selama ini, listrik di wilayah ini, byar pet karena mesin diesel yang digunakan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” ungkapnya.
Selama ini, pihak PLN Penuba selalu menjanjikan akan memperbaiki kerusakan mesin dalam waktu dekat, lanjut Asril. Namun, hingga empat bulan ditunggu, bukannya pemadaman listrik berkurang, justru pemadaman semakin sering dilakukan.
“Kita tidak mau ada korban lagi, akibat pemadaman listrik ini,” Sebutnya.
Berkali-kali masyarakat melaporkan minimnya pelayanan kepada Rayon Dabo yang membawahi PLN Penuba, tambah Asril. Namun, pihak PLN Rayon, selalu berkilah kalau kebijakan menganti mesin adalah wewenang dari PLN cabang Tanjungpinang.
“Masa dalam empat bulan, belum ada keputusan terkait permintaan masyarakat ini, atau memang belum dilaporkan,” ucapnya menduga.
Dikonfirmasi terpisah, Staff Ahli Administrasi, Kantor PLN Rayon Dabo Singkep, Mazli, menuturkan, PLN tidak berjanji kepada masyarakat, kalau tidak lagi ada pemadaman. Namun, hanya mengurangi pemadaman. Jika sebelumnya pemadaman begilir dilakukan satu hari sekali, saat ini menjadi 4 hari baru dilakukan pemadaman bergilir. Karena, memang saat ini kondisi mesin kita masih belum ada penggantian yang baru, sehingga kita belum dapat melakukan penyalaan listrik selama 24 jam.
“Mesin yang digunakan saat ini masih mesin lama. Sehingga, pemadaman bergilir masih tetap dilakukan. Kalau sebelumnya satu hari satu kali dilakukan pemadaman, saat ini 4 hari sekali baru dilakukan pemadaman bergilir. Itu pun disaat beban puncak. Jika telah jam 12.00 semuanya akan kembali normal atau semuanya kita nyalakan,” ucapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin, (02/05/2016).
Untuk penggatian mesin ini, kita telah mengusulkan kewilayah, kata Mazli. Tapi, kapan dapat direalisasikan kita tidak tahu. Karena yang mempunyai wewenang untuk pengantian mesin ini adalah wilayah. Kita di PLN Rayon Dabo Singkep, hanya sebagai pelaksana.
“Kita PLN Rayon Dabo Singkep, hanya pelaksana, wewenang penggantian mesin adalah wilayah,” unggahnya. (SK-Pus)












