– Warga Keluhkan Bau Yang Tak Sedap.
SIJORIKEPRI.COM, DABO SINGKEP — Warga Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, yang berada di wilayah proyek Sanitasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, keluhkan bau yang mengganggu ratusan Kepala keluarga, yang berada di lingkungan proyek, yang memakan anggaran satu milyar lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy, bersama Kepala BLH Lingga, Junaidi Adjam, Camat Singkep, Julita, dan Lurah Dabo Lama, Keizzy Dalfi, meski saat itu hujan, turun menemui satu persatu rumah warga yang terkena dampak tersebut.
Kondisi proyek tersebut sangat memperihatinkan, di tengah suasana bulan Ramadhan yang seharusnya menjadikan masyarakat khusyuk beribadah jadi terganggu. Dari beberapa warga yang ditemui, hampir semuanya melaporkan dan mengaku, terganggu dengan bau yang ditimbulkan dari Sanitasi tersebut, bahkan beberapa Sanitasi IPAL tersebut di lepas warga karena sangat menganggu.
“Hampir semua warga keluhkan bau tidak sedap yang timbul dari proyek tersebut, setelah kita turun langsung ke lapangan dan melihat ternyata memang benar, bahkan beberapa IPAL ada yang tidak berfungsi,” ungkap Neko Wesha Pawelloy, kepada awak media, saat meninjau lokasi, Selasa, (30/05/2017).
Neko, mengungkapkan penyebabnya, karena lemahnya perencanaan awal dan sosialisasi dari Dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam hal melakukan perencanaan yang matang. Kita menyayangkan lemahnya perencanaan awal dari OPD terkait. Untuk itu, kita mengajak Badan Lingkungan Hidup (BLH) agar dapat melihat langsung dampak yang terjadi dilingkungan tersebut.
Seharusnya, kata Neko, dengan target pencapaian Adipura ini kita harus benar-benar menjadikan lingkungan di Kabupaten Lingga, Lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Kita ingin Kabupaten Lingga, menjadi Kabupaten yang bersih dan nyaman bagi semua masyarakat, karena kunci kemajuan daerah adalah menciptakan lingkungan yang bersih aman dan nyaman bagi warganya,” terangnya.
Sementara itu, Keizzy Delfi, Lurah Dabo Lama, mengatakan, semenjak dirinya menjadi Lurah, sudah ada beberapa kali masyarakat melaporkan hal ini kepadanya, dan sudah beberapa kali juga pihaknya melakukan mediasi antara warga dengan Dinas Pekerjaan Umum dan pihak Kontraktor. Namun tetap saja masih ada yang melapor.
“Bahkan kita berikan solusi untuk melepas pipa saluran jika masih terganggu,” sebutnya.
Senada dengan Lurah Dabo Lama, Camat Singkep, Julita, mengaku juga sering mendapat keluhan warga terkait proyek tersebut. Dan kondisi ini sudah berlangsung sejak lama.
“Kami juga sudah beberapa kali didatangi warga melaporkan hal ini,” ucapnya.
Pantauan dilapangan saat melakukan liputan bersama sejumlah pihak, kondisi IPAL Komunal ini memang sangat memperihatinkan. Beberapa drum untuk penampungan tinja terlihat sudah mulai miring dan terancam roboh. Bahkan ada yang kondisinya hanya ditahan dengan kayu agar penampung tinja tersebut, tidak naik saat air pasang.
Ada beberapa drum untuk penampungan tersebut tidak digunakan warga sama sekali, karena jika digunakan akan menyebabkan bau tidak sedap seisi rumah, karena tinja tidak dapat mengalir ke penampungannya. Proyek senilai Satu Milyar lebih tersebut yang di kerjakan oleh CV Pribumi Jaya Mandiri, jika dilihat juga tidak akan bertahan lama, karena lokasi tersebut terletak di air. (SK-Pus)








