GESER UNTUK BACA BERITA
RELIGITANJUNG PINANG

Lis : Jangan Remehkan Orang “KARENA MASA LALU dan LINGKUNGANNYA”

×

Lis : Jangan Remehkan Orang “KARENA MASA LALU dan LINGKUNGANNYA”

Sebarkan artikel ini
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan kata-kata bijaknya dihadapan Majelis Al Itrah Rasulullah SAW dan Muhibbin (MIRSAM) dan undangan lainnya. (Foto : Munsyi Bagus Utama/Untung)
– Teratai Tetap Mekar Indah Meski di Air Keruh.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, akhirnya menunaikan janjinya untuk mengudang zuriat dan keturunan Rasulullah SAW atau Majlis Al Itrah Rasulullah SAW dan Muhibbin (MIRSAM), dirumahnya karena ta’jub dengan kegiatan majlis itu.

(Baca : http://sijorikepri.com/takjub-pada-majlis-zikir-zuriat-rasulullah-lis-undang-bulan-depan-di-kediamannya/ ).

Sebelum pembacaan Shalawat, Dzikir dan Taklim, Lis diberi kesempatan memberikan sambutannya sebagai tuan rumah. Pada saat itu Lis membacakan kutipan kata-kata bijak yang menyentuh hati kepada hadirin.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Jangan memandang remeh seseorang karena masa lalu dan lingkungannya. Karena bunga teratai tetap mekar cantik dan indah, meskipun tinggal di air yang keruh. Maka untuk jadi hebat, yang diperlukan adalah kuatnya tekad, dan tak perlu dipusingkan masa lalu dan tak perlu malu dengan tempat asalmu jika mau. Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun,” tuturnya.

Suasana semakin hening, ketika Lis mengatakan, sesungguhnya tidak ada orang baik yang tidak mempunya masa lalu dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan. Setiap orang, lanjut lis, memiliki kesempatan yang sama untuk merubah menjadi yang lebih baik, karena bagaimanapun masa lalu dan sekelam apapun masa dulu dan seburuk apapun perangainya di masa lampu, hendaknya diberi kesempatan untuk berubah.

“Seseorang yang hampir membunuh Rasulullah, kini makamnya disebelah makam Rasulullah. Seseorang yang pernah berperang melawan agama Allah pun akhirnya menjadi pedang Allah, yakni sahabat Khalid Bin Walid,” imbuhnya.

Lis mengatakan, ketika kerja kita tidak dihargai, usaha dinilai tidak penting, hati terluka sangat dalam, lelah dan kecewa, merasa sepi dan sendiri, dan harus membayar yang tidak seharusnya yang kita tanggung, berarti sedang diuji dan belajar.

“Belajar tentang ketulusan, keikhlasan, memaafkan, kesabaran, keteguhan, dan belajar kemurahan hati,” tutupnya.

Sebelumnya, acara itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dzikir dan shalawat oleh Ustad M Ismail dan Ustad Nastain. Sementara Tausiyah disampaikan oleh Ustad Bambang Mariono. Acara ditutup dengan doa yang bacakan oleh Said Fuadi.

Dari pantauan Sijori Kepri, pada Majlis Zikir itu dihadiri Wakil Walikota Syahrul, Sekretaris Daerah Riono, Kepala OPD se Kota Tanjungpinang, Lurah Se Kota Tanjungpinang, pemuka agama, alim ulama, anggota Majlis Mirsam, serta masyarakat. (SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100