GESER UNTUK BACA BERITA
RELIGITANJUNG PINANG

Lis dan Syahrul Halal Bihalal Bersama “MASYARAKAT TELUK KERITING”

×

Lis dan Syahrul Halal Bihalal Bersama “MASYARAKAT TELUK KERITING”

Sebarkan artikel ini
Halal Bihalal di Masjid Ar Rahim, Teluk Keriting, Tanjungpinang. (Foto : Humpro Kota Tanjungpinang)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Halal Bihalal sudah menjadi tradisi umat muslim setelah perayaan Idul Fitri. Acara ini sudah lazim dilakukan baik di lingkungan masyarakat maupun instansi pemerintah.

Seperti halnya halal bihalal yang diadakan masyarakat Kampung Teluk Keriting, Kelurahan Tanjungpinang Barat, pada Selasa, (11/07/2017), malam, di Masjid Ar-Rahim.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Acara ini menjadi istimewa karena dihadiri Walikota Tanjungpinang, H. Lis Damansyah, SH, dan Wakil Walikota H. Syahrul, S. Pd, beserta istri Wakil Walikota, Juariah Syahrul, Staf Ahli, dan Camat Tanjungpinang Barat.

Kegiatan halal bihalal, biasanya diadakan selang beberapa hari setelah Idul Fitri. Moment halal bi halal ini sebagai ajang berkumpul bersama untuk bersilaturrahim dan saling bermaaf-maafan satu sama lain.

Lis Darmansyah, menjelaskan, pertama kalinya halal bihalal diadakan sebelum era reformasi, dimana pada masa itu bangsa Indonesia tengah menghadapi kisruh politik. Pada momentum Hari Raya, Presiden RI Soekarno mengundang para elit politik, Ulama dan salah satu tokoh yaitu Buya Hamka. Beliau meminta saran untuk menyelesaikan situasi kala itu.

Dari acara silaturrahim bertajuk halal bihalal inilah, tutur Lis, kemudian para elit politik, tokoh maupun ulama bertemu kembali dan duduk bersama dalam rangka menyusun kekuatan bangsa Indonesia.

Sejak saat itulah, tambah Lis, halal bihalal selalu dilakukan instansi pemerintah setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun seiring berjalannya waktu, acara halal bihalal menjadi tradisi bagi masyarakat luas untuk bersilaturahim, bersalaman dan bermaaf-maafan seusai Lebaran.

“Momentum halal bihalal, jangan hanya dijadikan sebagai acara ceremonial semata, tetapi silaturahim ini dan saling bermaafan benar-benar ikhlas memaafkan, bukan hanya sekadar salam-salaman,” pesan Lis.

Dikesempatan itu, Walikota mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir kepada seluruh warga yang hadir.

Sementara itu, Syahrul, mengatakan, ada tiga makna yang penting dalam setiap kegiatan halal bihalal, pertama meminta maaf, kedua saling memaafkan dan silaturrahim. Karena itulah momentum silaturahim dan berkumpul bersama ini kita manfaatkan untuk saling bermaaf-maafan satu sama lain.

Diwaktu yang sama, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Tanjungpinang, juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin.

Acara ini pun dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah dan ditutup dengan doa oleh Ustadz Dedy Sanjaya. Diakhir acara tersebut, Walikota, Wakil Walikota dan warga saling bersalaman-salaman. (SK-DY/R)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100