GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

WOOOW !!! Tahun 2017 adalah Tahun “KEHANCURAN RENTENIR”

×

WOOOW !!! Tahun 2017 adalah Tahun “KEHANCURAN RENTENIR”

Sebarkan artikel ini
Pemukulan Gong oleh Asisten III Pemprov Kepri, M Hasbi, sebagai tanda dimulainya Walk In Assesment Bimbingan Teknis (LPDP-KUMKM). (Foto : Munsyi Bagus Utama/Untung)
– Ini Kata Ketua Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDP).

TANJUNGPINANG (SK) — Tahun 2017 ini adalah tahun kehancuran bagi para rentenir, dikarenakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDP) yang dibawah naungan Kementrian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah), Kementrian Keuangan, dan Kementrian PAN, ini menurunkan bunga hingga titik terendah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Direktur Utama (Dirut) Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kemas Danial, mengatakan bahwa untuk Tahun 2017 ini, LPDP sudah menurunkan bunga untuk sektor rill hingga 2,5 Persen/Tahun.

“Tahun sebelumnya 6 Persen, kemudian menurun bertahap hingga 3 Persen, dan akhirnya sampai pada titik terendah yaitu 2,5 Persen per tahun. Jadi coba kalau dihitung perbulannya hanya 0,2 Persen saja,” kata Kemas Danial, saat memberikan sambutan di acara pembukaan Walk In Assesment Bimbingan Teknis (LPDP-KUMKM), di Balairoom Hotel CK KM 8 atas, Tanjungpinang, Kamis, (16/02/2017).

Namun, ia sangat menyayangkan, dengan bunga yang kecil ini di Kepri justru pengajuan pinjaman melalui koperasi/non koperasi sangan kecil, yaitu hanya Rp 21 Milyar saja, tidak seperti di daerah lainnya, seperti di Jawa.

“Dari tahun 2008, LPGP sudah menggulirkan Rp 8,1 Triliyun, dan untuk sektor rill tahun 2017 targetnya Rp 1,5 Triliyun. Namun di Kepri, hanya mengajukan Rp 21 Milyar saja. Menurut saya ini karena kurangnya sosialisasi dari dinas-dinas terkait di Kepri kepada masyarakat, hingga ke daerah-daerah. Saya sudah datang di Kepri ini empat kali untuk mensosialisasikannya. Tapi untuk diketahui Kepri bukan hanya Tanjungpinang saja, melainkan daerah-daerah lainnya,” kata Kemas Danial lagi.

Kemas juga mengingatkan, bahwa dana ini dari APBN, dan bukan dana hibah, jadi tak boleh disalahgunakan. Namun begitu, Kemas sempat memuji para ibu-ibu yang menurutnya paling lancar membayar cicilan.

“Dana ini dari APBN, dan bukan hibah, jadi jangan disalah unakan, nanti ada sangsi hukum. Namun, saya salut dengan para ibu-ibu yang dari catatan paling lancar menyetor cicillan, hingga 90 Persen dibandingkan dengan para bapak-bapak,” pujinya, dan di sambut tepuk tangan para peserta assessment yang kebanyakan terdiri dari pengurus koperasi.

Acara pembukaan Walk In Assesment Bimbingan Teknis (LPDP-KUMKM) ini dibuka oleh Asisten III Pemprov Kepri, M Hasbi, yang mewakili Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang berhalangan Hadir, yang ditandai dengan pemukulan gong dan saling memberikan cendera mata.

Turut hadir pada acara tersebut, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, didampingi Asisten Administrasi Robert Pasaribu, Kadis Tenaga kerja dan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dan beberapa pejabat lainnya. (SK-MU/C)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100