GESER UNTUK BACA BERITA
TANJUNG PINANG

“DKPP-KB TANJUNGPINANG” Gelar Workshop Inisiasi Menyusui

×

“DKPP-KB TANJUNGPINANG” Gelar Workshop Inisiasi Menyusui

Sebarkan artikel ini
Workshop Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Ekslusif, di Ballroom Hotel Aston, Tanjungpinang. (Foto : Humpro Tanjungpinang)

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kota Tanjungpinang menggelar Workshop Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Ekslusif, di Ballroom Hotel Aston, Tanjungpinang, Selasa, (29/0/20178).

Kegiatan yang berlangsung sehari ini, dibuka oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH. Workshop diikuti 75 peserta dari DPRD, OPD, kader PKK, tenaga kesehatan, organisasi wanita, organisasi profesi, serta pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam sambutannya, Lis Darmansyah, mengatakan, menurut peraturan terbaru, Nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah kewajiban setiap ibu melahirkan. Makanan yang tepat bagi bayi dan anak usia dini (0 – 24 bulan) adalah ASI ekslusif yakni pemberian ASI saja segera setelah lahir sampai usia 6 bulan.

Melihat trend sekarang, tutur Lis, khususnya bagi ibu-ibu muda kalau menyusui itu sesuatu yang gengsi. Berbeda dengan cara pandang ibu-ibu yang memahami kesehatan, mereka pasti mau melakukan pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi dan balitanya.

Padahal, jelas Lis, bayi yang diberi Air Susu Ibu akan lebih sehat dan mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang lebih optimal serta dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit.

“ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Bayi yang diberi ASI pasti fisiknya lebih kuat, karena itu, anak-anak zaman dulu pasti daya tahan tubuhnya kuat, beda dengan anak sekarang kena angin sedikit saja sudah sakit,” ujarnya.

Menurut riset, kata Lis, secara global membuktikan bahwa pemberian ASI ekslusif merupakan inventarensi kesehatan yang memiliki dampak terbesar terhadap keselamatan balita, yakni 13 persen kematian balita dapat dicegah dari ASI ekslusif 6 bulan. Sedangkan inisiasi menyusui dini (IMD) dapat mencegah 22 persen kematian neonatal (0 s.d 28 hari).

“Untuk Kota Tanjungpinang, tahun 2015 pemberian ASI ekslusif 6 bulan sebesar 1516 (32,2 persen), dan pada 2016 sebesar 741 (24 persen). Capaian ini masih dibawah target yang telah ditentukan yaitu 44 persen,” ucap Lis.

Agar capaian ini bisa terwujud, kata Lis, perlu ada dukungan dari para suami. Kalau suami tidak mendukung, maka hasilnya tidak akan berjalan baik. Ini agar kita mampu hadapi tantangan kesehatan sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan semua usia.

“Pada kesempatan ini, saya memberi apresiasi kepada OPD, perbankan, dan BUMD karena telah menyediakan ruang laktasi dan memberikan waktu kepada ibu menyusui atau memerah ASI di tempat kerja. Mudah-mudahan, kantor-kantor lain khusunya pelayanan publik dapat menyediakan ruang laktasi yang memenuhi standar,” ujar Lis.

Kepada para Lurah yang hadir, Lis berpesan, agar manfaatkan workshop ini. Kehadiran Lurah bukan saja hanya mendengar, tetapi mampu mensosialisasikan pemahaman akan pentingnya pemberian ASI kepada bayi. Lurah bisa sosialisasikan ini melalui forum RT/RW yang merupakan perangkat terdepan di masyarakat.

Sebelumnya, Kepala DKPP-KB Kota Tanjungpinang, Rustam, SKM, M. Si, mengatakan, pemberian ASI kepada bayi sebenarnya sederhana, tapi sungguh luar biasa manfaatnya. Upaya ini merupakan salah satu Visi Misi Walikota, untuk meningkatkan akses kesehatan demi mencapai generasi yang berkualitas.

“Saat ini, pemberian ASI pada bayi dan balita di Indonesi masih rendah. Beberapa penyebab rendahnya cakupan ASI ekslusif diantaranya, sarana dan prasarana pojok ASI atau ruang menyusui belum memadai, masih beredar secara luas susu formula bayi di pasaran maupun fasilitas kesehatan dan masih banyak masyarakat yang belum paham bahwa ASI sebagai suatu keharusan bagi kelangsungan hidup bayi,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri, lanjutnya, telah memberi dukungan agar terwujudnya ruangan menyusui, salah satunya melalui surat edaran nomor 346 tahun 2017 tentang fasilitas khusus menyusui di tempat kerja dan sarana umum. Untuk ruang menyusui yang tersedia di Pemerintah Kota Tanjungpinang seperti di Dinas Kesehatan, RSUP, RSUD, Puskesmas, dan Kantor Pepustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang. Sementara di perusahaan PT. Teh Prendjak, PT. Teh Bunga, dan PT. Swakarya Indah Busana. Selanjutnya fasilitas umum yang menyediakan ruang menyusui, di Bandara RHF, Pelabuhan Angkasa Pura dan Ramayana Mall.

Untuk mendukung tercapainya target ASI eksklusif, papar Rustam, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana sudah melaksanakan beberapa upaya, diantaranya mengupayakan setiap bayi yang lahir dengan IMD, kunjungan lanjutan oleh konselor ASI dan ibu yang mengalami kesulitasn dalam memberikan ASI ekslusif, sudah terbentuknya KP-ASI, pelatihan motivator ASI. Saat ini tenaga konselor berjumlah 39 orang terdiri dari bidan dan gizi,” ujarnya.

Pada waktu yang sama, Ketua TP-PKK Kota Tanjungpinang, Hj. Yuniarni Pustoko Weni, SH, mengingatkan kepada Ibu-ibu bahwa pentingnya pemberian ASI kepada bayi. Dengan kehadiran narasumber pada workshop ini, akan banyak memberi pengetahuan dan manfaat ASI kepada bayi.

”Manfaatkanlah acara ini, supaya kita paham, rugi kalau tidak menyusui bayi,“ Pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota menyerahkan piagam penghargaan kepada pimpinan OPD, pihak perusahaan dan tempat fasilitas umum yang telah menyediakan ruangan menyusui, apresiasi ini diberikan sebagai bentuk terimakasih pemerintah atas kepeduliannya terhadap masyarakat.

Dalam workshop ini menghadirkan Narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Hera Nurlita, M. Kes, dan Sentra Laktasi Indonesia dr. Utami Roesli, Sp, A, IBCLC, FABM. (SK-DY/R)

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100