GESER UNTUK BACA BERITA
LINGGA

UMRAH Ajak Pembudidaya Udang Lingga Kelola Limbah Tambak dengan IPAL Sederhana

×

UMRAH Ajak Pembudidaya Udang Lingga Kelola Limbah Tambak dengan IPAL Sederhana

Sebarkan artikel ini
UMRAH Ajak Pembudidaya Udang Lingga Kelola Limbah Tambak dengan IPAL Sederhana
UMRAH Ajak Pembudidaya Udang Lingga Kelola Limbah Tambak dengan IPAL Sederhana. (Foto : Ist)

LINGGA – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Program Studi Budidaya Perairan (BDP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan perikanan berkelanjutan. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Penyuluhan Pengelolaan Limbah Tambak Udang dengan Metode Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sederhana”, tim dosen dan mahasiswa UMRAH mengedukasi para pembudidaya udang di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Jumat (24/10/2025).

Kegiatan yang diketuai oleh Jannesa Nasmi, S.Pi., M.Si., ini melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Budidaya Perairan UMRAH, serta menggandeng Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Makmur Sejahtera sebagai peserta utama.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan solusi praktis dalam pengelolaan limbah tambak agar usaha budidaya udang dapat berjalan lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam sesi penyuluhan, tim PKM UMRAH memperkenalkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana, yaitu sistem pengelolaan limbah yang dapat diterapkan oleh pembudidaya dengan biaya terjangkau, namun tetap efektif dalam menjaga kualitas air di sekitar tambak.

Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan pencemaran serta mendukung efisiensi produksi udang.

“Metode IPAL sederhana ini bisa diterapkan oleh para pembudidaya dengan mudah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sistem ini juga mampu meningkatkan kualitas air dan hasil budidaya,” jelas Ketua Tim PKM, Jannesa Nasmi, Senin (3/11/2025).

Kegiatan berlangsung interaktif dengan demonstrasi langsung mengenai sistem pengolahan limbah, mulai dari proses penyaringan, penjernihan air, hingga cara memanfaatkan bahan alami dalam pengolahan limbah. Para anggota Pokdakan Makmur Sejahtera tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdiskusi dengan tim dosen dan mahasiswa.

Selain memberi solusi teknis, kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat.

Jannesa menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata UMRAH dalam mendukung pengembangan sektor perikanan di Kepulauan Riau. “Kami ingin ilmu yang kami miliki tidak hanya berhenti di kampus, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir,” ujarnya.

Dengan penerapan IPAL sederhana ini, para pembudidaya diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat daya saing sektor budidaya perikanan di Lingga. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100