BATAM — Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, permasalahan legalitas Kampung Tua di Kota Batam harus terselesaikan, termasuk Kampung Tua Bakau Serip.
Wali Kota Rudi juga menyatakan bahwa pihaknya telah aktif menangani sejumlah permasalahan terkait Kampung Tua. Dia menugaskan langsung Asisten I Pemko Batam, Yusfa Hendri, untuk melakukan pengecekan langsung di lokasi.
“Ini nanti saya selesaikan melalui Pak Yusfa, beliau yang menyelesaikan masalah Kampung Tua di Batam,” kata Rudi saat mengunjungi Masjid An Nur, di Kampung Tua Bakau Serip, Sambau, Nongsa, Kota Batam.
Rudi menjelaskan bahwa Kampung Tua tersebut tidak akan dialihkan menjadi hak milik, melainkan akan dijadikan Hak Pakai Lahan (HPL) Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam urusan jual-beli atau keperluan lainnya.
“HPLnya tetap BP Batam, tapi Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) saya gratiskan. Ini untuk mempermudah bapak/ibu jika ingin menjual atau untuk keperluan lain,” jelasnya.
Selanjutnya, Rudi menyampaikan rencana untuk membangun jalan masuk ke Kampung Tua Bakau Serip pada tahun depan. Namun, sebelum itu, pihaknya meminta partisipasi masyarakat untuk duduk bersama guna membahas pelepasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan.
“Ini tergantung bapak/ibu, masyarakat di sini. Kalau mau dibangun jalan 2 lajur kiri dan kanan itu butuh 30 meter lebarnya. Ini yang harus didudukkan bersama dulu. Kalau sudah, tahun depan sudah bisa dibangun,” ujarnya.
Rudi juga mengungkapkan rencana pengembangan Pantai Nongsa menjadi tujuan wisata baru. Proses perizinan sedang dalam tahap pengurusan. Setelah selesai, pantai tersebut akan ditimbun pasir dan diharapkan dapat menjadi destinasi wisata populer seperti pantai-pantai di Bali.
“Kita lagi urus izinnya. Kalau sudah selesai, pantai Nongsa ini akan ditimbun dengan pasir. Ini nanti akan seperti pantai-pantai yang ada di Bali. Selain bisa dinikmati masyarakat, juga untuk mendatangkan wisatawan dari luar,” tutupnya.
Di Masjid An Nur ini, Wali Kota Rudi dan rombongan memberikan bantuan senilai Rp 50 juta untuk pembangunan masjid tersebut. ***
(red)
















