BATAM β Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam memperkuat jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi nelayan dan petani yang bekerja di sektor dengan risiko tinggi. Penegasan itu disampaikan saat menyerahkan bantuan hibah Pemprov Kepri kepada masyarakat, organisasi, dan rumah ibadah di Masjid Darul Muttaqin, Perumahan Taman Cipta Asri II, Kota Batam, Selasa (9/11/2025).
Pada kegiatan tersebut, Pemprov Kepri menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis, antara lain 10 unit ambulans, 2 tenda, 4 bantuan usaha produktif, serta 5 paket sembako.
Ansar menegaskan bahwa meskipun pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran di beberapa sektor, dukungan terhadap fasilitas ibadah dan kebutuhan masyarakat tidak boleh dikurangi.
βYang penting pemerintah tetap konsisten dan memberikan dukungan kepada masyarakat,β ujar Ansar.
Salah satu wujud nyata perhatian pemerintah ialah pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 42 ribu nelayan dan petani di Kepri, seluruhnya melalui APBD Provinsi Kepri. Dari total tersebut, 31 ribu merupakan nelayan, sementara hampir 10 ribu adalah petani.
βNelayan pergi pagi-pagi ke laut. Kita harus menjaga mereka,β tegas Ansar, mengingatkan tingginya risiko pekerjaan sektor maritim dan agrikultur.
Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, peserta yang meninggal dunia saat bekerja akan menerima santunan sebesar Rp70 juta serta beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga jenjang sarjana (S1).
Untuk peserta yang meninggal karena sakit biasa, keluarga berhak menerima santunan Rp42 juta, dengan beasiswa bagi dua anak jika peserta telah terdaftar minimal tiga tahun.
Pada tahun ini, Pemprov Kepri menyiapkan anggaran hampir Rp10 miliar untuk menjalankan program perlindungan tersebut.
Ansar memastikan cakupan perlindungan bagi pekerja informal lain juga akan diperluas ke depannya.
βKita ingin memastikan keluarga nelayan dan petani tetap terlindungi. Anak-anak mereka harus tetap bisa sekolah, bahkan sampai perguruan tinggi,β tutup Ansar.
Turut hadir mendampingi Gubernur, antara lain Tim Percepatan Pembangunan Syarifah Normawati, Kepala Bapenda Kepri Abdullah, serta Kepala Dinsos Kepri Mahadi Rahman. ***














