GESER UNTUK BACA BERITA
KARIMUN

Perkebunan Warga di Pangke Karimun Terendam Limbah, Warga Minta PT Pasifik Granitama Bertanggung Jawab

×

Perkebunan Warga di Pangke Karimun Terendam Limbah, Warga Minta PT Pasifik Granitama Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Perkebunan Warga di Pangke Karimun Terendam Limbah, Warga Minta PT Pasifik Granitama Bertanggung Jawab
Perkebunan Warga di Pangke Karimun Terendam Limbah, Warga Minta PT Pasifik Granitama Bertanggung Jawab. (Foto : Taufik)

KARIMUN – Puluhan hektare perkebunan karet, kelapa, dan pisang milik warga Kampung Sukajadi RT 01 RW 01, Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, terancam mati setelah digenangi limbah dan lumpur yang diduga berasal dari PT Pasifik Granitama. Kondisi ini telah berlangsung lama dan membuat tanaman warga gagal panen serta terancam mati.

Berdasarkan pantauan di lapangan, limbah perusahaan itu menggenangi lahan perkebunan warga akibat saluran pembuangan menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) tertutup lumpur dan semak.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Parit yang seharusnya menjadi jalur aliran air justru tidak berfungsi sehingga limbah meluap dan masuk ke kebun karet, kelapa, serta pisang milik masyarakat.

Pemilik kebun, Abdullah, mengaku sudah hampir dua tahun lahannya yang seluas 1,5 hektare terendam limbah. Ia menyampaikan kondisi tersebut membuat banyak pohon karet tidak bisa disadap dan terancam mati.

β€œLihatlah, udah banyak air bercampur lumpur hingga gagal panen dan terancam mati,” ujar Abdullah, Minggu (30/11/2025).

Abdullah mengatakan pihaknya sudah melaporkan masalah ini kepada perusahaan dan Kepala Desa Pangke, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Ia berharap perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan tanaman warga.

“Udah hampir dua tahun, kebun karet kami yang seluas 1,5 hektar ini terendam limbah milik PT Pasifik Granitama ini,” ungkapnya.

Abdullah meminta perusahaan segera menormalisasi aliran sungai agar kejadian tidak berlarut dan tidak semakin merugikan masyarakat.

“Kita minta normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) bang. Kalau belum dilakukan, masyarakat minta pertanggungjawaban pihak perusahaan dan desa,” tegas Abdullah. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100