TANJUNG PINANG — Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, pecahnya Kapal Melati Indah berawal pada Senin malam, 27 Januari 2025, saat kapal berlayar dari Tanjung Pinang menuju Berau, Kalimantan. Kapal mengalami kebocoran di bawah mesin, tepatnya pada papan kapal yang retak.
Pada malam Senin sekira pukul 07:00 WIB, kapal mulai mengalami kebocoran. Meski kru kapal berusaha mengantisipasi masuknya air, volume air yang masuk semakin bertambah.
Ditambah dengan kondisi cuaca yang buruk, hujan terus-menerus disertai ombak besar, usaha kapal untuk bertahan hingga pukul 10 malam tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, dengan kondisi kapal yang semakin terancam, kru memutuskan untuk berhenti berusaha memperbaiki kapal dan mencoba meminta pertolongan dengan menggunakan kode senter, berharap kapal lain yang lewat dapat melihatnya.
Pada tanggal 28 Januari 2025, pukul 08:00 WIB, kapal TB Bintan Kharisma 6 akhirnya berhasil memberikan bantuan setelah sebelumnya SROP Dabo Singkep mencoba berkomunikasi melalui HF/MF 6215 dan VHF tanpa mendapatkan respon.
Kapal TB Bintan Kharisma 6 berhasil menolong kru KM Melati di posisi 00°07.964′ S, 106°00.314′ E.
Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Fazzli, mengonfirmasi bahwa keenam kru kapal dalam kondisi selamat setelah berhasil dievakuasi.
“Seluruh awak kapal ditemukan dalam keadaan selamat dan saat ini tengah berlindung sementara di Pulau Lingga karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Berikut data lengkap kru Kapal Melati Indah yang berhasil dievakuasi:
- M. Azis – Nahkoda, asal Nipah Panjang, Jambi
- Romi Yahya – KMM, asal Nipah Panjang, Jambi
- Surip – Kru, asal Galang Baru, Batam
- M. Syarif – Kru, asal Bengkong Laut, Batam
- Abunawas – Kru, asal Pangkep, Sulawesi Selatan
- Herman – Koki, asal Bakauheni, Lampung Selatan
Menurut keterangan Nahkoda Kapal TB Bintan Kharisma 6, Aldino, kapal penyelamat tersebut saat ini masih berlindung di Pulau Lingga sebelum melanjutkan perjalanan ke PT BAI, dengan estimasi keberangkatan pada 1-2 Februari 2025, menyesuaikan prakiraan cuaca dari BMKG.
Kapal Melati Indah diketahui berangkat dari Tanjung Pinang dengan tujuan Berau, Kalimantan Timur, dalam keadaan kosong dengan kapasitas muatan sekitar 150 ton.
Saat mengalami kecelakaan, kapal dalam keadaan tanpa muatan dan terbelah menjadi dua bagian.
Pihak berwenang terus memantau situasi dan akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara itu, seluruh kru yang selamat telah mendapatkan bantuan dan perlindungan hingga kondisi memungkinkan untuk kembali ke daratan dengan selamat.***














