LINGGA (SK) — Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga, beserta Camat Singkep, Kelurahan Sungai Lumpur serta Desa Batu Kacang, melaksanakan Gotong Royong (Goro) bersama di jalan menuju objek wisata pemandian air panas. Goro bersama tersebut, untuk membersihkan sampah yang dibuang oleh masyarakat di jalan tersebut.
Meski beberapa waktu lalu pihak Kecamatan Singkep telah meletakkan papan pengumuman dilarang membuang sampah di tempat itu, yang juga dilengkapi dengan sanksi yang akan diterima jika kedapatan membuang sampah ditempat itu, namun dari pantaun SijoriKepri dilapangan, sebagian masyarakat tetap membuang sampah di tempat itu. Hal ini, dikarenakan belum adanya tempat khusus untuk membuang sampah.
Kapala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga, Drs Junaidi Adjam, mengatakan, dilakukan pembesihan tempat sampah ini, masih dalam rangka kita untuk meraih Adipura. Dalam mempersiapkan kedatangan piala Adipura tersebut, berbagai pembenahan dilakukan yang termasuk dalam kategori penilaian, salah satunya sampah ini. Memang, pihaknya belum banyak menyediakan tempat-tempat untuk membuang sampah.
“Memang diakui, belum banyak tempat sampah kita sediakan. Namun, permasalahan sampah ini, yang penting adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri, yang belum memahami bagaimana pengelolaan sampah tersebut. Selain itu, memang belum banyak menyediakan tempat-tempat sampah, dan kita menyadari hal itu,” ungkapnya, kepada awak media, Kamis, (22/09/2016), disela-sela kegiatannya melakukan Goro.
Tahun ini, melalui APBD ada pengadaannya, lanjut Junaidi, Insya Allah tahun ini ada pengadaan tong sampah dengan ukuran 5R. Kemudiaan, penyediaan pot-pot bunga, sekaligus TPS-TPS untuk di 3 pemukiman.
“Insyaallah, tahun ini mulai pengadaan tong-tong sampah, serta tempat pembuangan sampah yang ada di Singkep Barat akan kita aktifkan,” terangnya.
Untuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), ucap Junaidi lagi, PU akan membangun bank sampah tahun ini dan pengadaan mobil amrul, juga pengelolaan TPA yang ada di Singkep Barat tersebut. Dinas PU, telah menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan masalah persyaratan, untuk sebuah Adipura.
“Untuk hal ini, kita telah berkoordinasi dengan Dinas PU, dan mereka telah menyiapkan persyaratan untuk Adipura tersebut,” paparnya.
Ditempat yang sama, Camat Singkep, H. Kisanjaya, senada dengan Kepala BLH, menuturkan, yang terpenting adalah kesadaran masyarakat kita terhadap sampah ini. Kesadaran tersebut, sebenarnya sudah ada, hanya saja masih kurang. Disatu sisi, kelemahannya karena kita belum menyediakan sarana untuk itu, sehingga tempat ini menjadi sarana titik tempat pembuangan sampah.
“Mudah-mudahan kedepannya, dengan adanya BLH dan PU sudah bekerja sama, dan semua unsur masyarakat, termasuk teman-teman pers dalam mensosialisasikan ini, kedepannya InshaAllah masalah Adipura dapat tercapai,” Imbuhnya.
Setelah melakukan Goro bersama tersebut, untuk menghindari lokasi ini dijadikan masyarakat untuk tempat membuang sampah, akhirnya ditempat tersebut ditanami pohon Kaliandara. (SK-Pus)













