GESER UNTUK BACA BERITA
POLITIKTANJUNG PINANG

Lis : Munculnya Golput, Karena Parpol “TIDAK MENDIDIK”

×

Lis : Munculnya Golput, Karena Parpol “TIDAK MENDIDIK”

Sebarkan artikel ini
Peserta Rapat Koordinasi DPD dan DPC PDI Perjuangan Se-Provinsi Kepri. (Foto : Untung/Munsyi Bagus Utama)
– Bagaimana Berpolitik Dengan Baik dan Santun.
– Roh Semangat Wong Cilik Itu Jangan Hilang.

SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Dalam Rapat Koordinasi DPD dan DPC PDI Perjuangan Se-Provinsi Kepri yang diselenggarakan, Sabtu, (29/04/2017), di Asrama Haji, Jalan Pemuda Tanjungpinang, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang juga sebagai kader partai, mengharapkan kader partai harus berperan serta menjaga situasi yang kondusif, menghindari politik adu domba, santun, berani karena benar, jangan sombong dan tidak arogan.

Usai rapat tersebut, Kepada awak media, Lis mengatakan, Rapat Koordinasi ini adalah konsolidasi di tingkat internal partai untuk memantapkan struktural partai, membenahi apa-apa yang kurang, melakukan evaluasi, dan introspeksi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Lanjut Lis, kita partai politik punya tugas utama, yaitu memberikan pelajaran politik yang benar kepada masyarakat, agar masyarakat percaya. Kalau kita tidak mengajarkan politik dengan benar, lanjutnya, bagaimana nanti masyarakat golput itu bisa percaya denga partai politik.

“Banyaknya Golput itu karena partai politik tidak mendidik bagaimana berpolitik dengan baik dan santun, sesuai dengan budaya dan adat istiadat ketimuran kita. Kalau kita menjalankan politik dengan santun, InsyaAllah masyarakat akan percaya dengan partai politik,” ungkapnya.

“Contah Kalau mau mencalonkan asik menjelakkan satu sama lain. Bukan itu tujuan berpolitik. Jadikanlah agama sebagai pondasi landasan kita berpolitik. InsyaAllah tidak ada fitnah, tidak ada saling tuduh menuduh, dan saling menjelekkan,” sambungnya.

Sekarang ini menurut Lis, masyarakat tidak hanya melihat dalam sisi kepartaian saja, tapi paling tidak dari sisi managemen yang harus dibenahi. Kalau managemen tidak dibenahi, imbuhnya, bagaimana bisa mengurus masyarakat. Salah satunya, kita tidak perlu marah dan mudah terpancing, sombong, serta arogan.

“Roh semangat wong cilik itu jangan hilang. Identitas partai kita itu bukan warna merah, apalagi kotak-kotak, tapi moncong putih, yang maknanya kita harus bicara yang benar. Jadi semuanya kembali kepada semangat awal roh kita,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat Lis memaparkan, bahwa partainya tidak menjadikan agama sebagai alat politik, tapi yang dilakukan adalah agama sebagai pondasi dan landasan dalam berpolitik.

“Jangan jadikan agama itu sebagai alat politik, tapi jadikanlah agama sebagai podasi dan landasan kita dalam berberpolitik,” katanya.

Dalam rapat itu, dihadiri Suryo Respationo, seluruh pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan Se-Privinsi Kepri, termasuk anggota DPR, DPRD TK I dan TK II Provinsi Kepri.

Rapat ditutup oleh Suryo Respationo, yang memberikan apresiasi kepada panitia dari kadernya yang sudah bekerja keras atas terlaksananya acara tersebut.

“Saya mengucapkan Alhamdulillahirobbil Alamin, rapat koordinasi DPD dan seluruh DPC Se-Kepulauan Riau, dengan ini saya nyatakan ditutup . Merdeka!,” tutupnya. (SK-MU)

 

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100