TANJUNGPINANG (SK) โ Saya merasa prihatin kepada masyarakat pengguna BPJS Kesehatan. Karena pengguna BPJS itu semua golongan, tidak hanya golongan bawah saja. Saya aja pengguna BPJS, kata Rahma, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, pada acara jumpa pers terkait pembahasan tentang prosedur BPJS Kesehatan, yang digelar pada pukul 12.30 WIB, di Kantor BPJS Tanjungpinang, Rabu (21/10/15).
โSaat itu ada sepasang pasutri yang kecelakaan, kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, setelah diperiksa pihak puskesmas, menyatakan bahwa si istri menderita patah tulang, sementara sang suami mengalami pendarahan di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Pihak puskesmas kemudian meminta kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah sakit, namun setelah dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan kartu BPJS pihak rumah sakit mengatakan bahwa pihak keluarga harus memiliki surat rujukan dari puskesmas,โ ungkap Rahma.
Seharusnya, kata Rahma, pihak rumah sakit mengerti terhadap kondisi pasien dan segala prosedur harus dipertimbangkan lagi, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Pihak BPJS diminta untuk tidak mempersulit prosedur dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang prosedur pengunaan kartu BPJS.

(Foto : ARIF PUTRA)
โPadahal kondisi Pasutri tersebut sudah tak sadarkan diri, namun pihak rumah sakit mengatakan harus mengikuti prosedur yang berlaku, sehingga tidak bisa menerima begitu saja pasutri tersebut untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirundingkan barulah pasutri tersebut dapat ditangani oleh pihak rumah sakit,โ pungkasnya.
Acara jumpa pers ini dihadiri juga Kepala Cabang BPJS Tanjungpinang Dr Nur Indah dan Kepala Bagian Hukum, Komunikasi Publik dan Kepatuhan Gunardi Chandra, beserta beberapa media pers lainnya. (SK-AP/C)
LIPUTAN TANJUNGPINANG : ARIF PUTRA
EDITOR : RUSMADI















