GESER UNTUK BACA BERITA
ANAMBAS

RSUD Jemaja di Anambas Masih Butuh SDM dan Fasilitas Tambahan

×

RSUD Jemaja di Anambas Masih Butuh SDM dan Fasilitas Tambahan

Sebarkan artikel ini
RSUD Jemaja di Anambas Masih Butuh SDM dan Fasilitas Tambahan
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. (Foto : Raspen Gultom)

Plt. Direktur: “Kami belum memenuhi standar rumah sakit tipe D”

ANAMBAS Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jemaja di Kabupaten Kepulauan Anambas masih menghadapi tantangan besar dalam hal ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas penunjang medis. Hal itu diungkapkan langsung oleh Plt. Direktur RSUD Jemaja, Dian Tamalia Rumoga, SKM, saat menerima kunjungan Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dalam inspeksi mendadak pada Minggu pagi (20/7/2025).

Dian menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut belum dapat memenuhi standar pelayanan rumah sakit tipe D yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Dengan dibangunnya penambahan ruang rawat inap, semoga dapat memenuhi standar sesuai tipe rumah sakit Tipe D,” ujar Dian.

Dian juga menegaskan bahwa RSUD Jemaja saat ini belum dapat mengakomodir perekrutan tenaga kesehatan secara mandiri karena masih berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Oleh sebab itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten dapat membuka formasi CPNS atau PPPK khusus tenaga medis untuk Jemaja.

“Kebutuhan SDM dalam menunjang pelayanan medis yang berkualitas sangat kami butuhkan. Besar harapan saya agar ini bisa diakomodir oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Kunjungan Bupati Aneng ke RSUD Jemaja sendiri merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan publik berjalan dengan baik. Ia meninjau berbagai ruang pelayanan, seperti poliklinik, rawat inap, ruang HCU, IGD, dan rekam medik.

“Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan di RSUD Jemaja ini diberikan kepada masyarakat. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima, cepat, dan ramah,” tegas Aneng.

Bupati Aneng juga menegaskan pentingnya etos kerja dan empati dari tenaga medis, terutama yang berstatus sebagai PNS atau PPPK.

“Melayani masyarakat itu bukan hanya soal kewajiban, tapi juga soal empati dan tanggung jawab moral,” ujarnya.

Bupati Aneng menegaskan bahwa pengawasan langsung seperti ini akan terus dilakukan. Ia menyadari bahwa mutu layanan publik, khususnya di sektor kesehatan, harus dijaga konsistensinya meski rumah sakit berada jauh dari pusat ibu kota kabupaten.

“Saya akan sering melakukan pemantauan seperti ini. Ini bagian dari komitmen saya dalam memastikan kualitas layanan publik,” ungkapnya.

Dian pun menutup harapannya dengan penuh optimisme.

“Walaupun dari rentang kendali RSUD Jemaja cukup jauh dari ibu kota kabupaten, saya berharap RSUD Jemaja tetap menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas, fasilitas, dan tenaga medis,” tutup Dian. ***

banner 200x200
Preferensi Sumber
banner 482x100