KARIMUN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus memperkuat pembinaan keagamaan hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menempatkan sekitar 50 ustadz di wilayah hinterland serta pulau-pulau terpencil di berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan tetap mendapatkan pembinaan keagamaan serta akses terhadap pendidikan Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan lainnya.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka menyambut peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kamis (5/3/2026) malam.
Menurut Ansar, pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis tersebar di banyak pulau.
Melalui program penempatan ustadz di wilayah hinterland, pemerintah berharap kegiatan dakwah dan pembinaan umat dapat berjalan lebih intensif serta menjangkau masyarakat hingga ke daerah yang jauh dari pusat kota.
“Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk tetap istiqomah hingga penghujung Ramadhan 1447 H. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita predikat paling mulia bagi seorang hamba, yaitu menjadi orang-orang yang bertakwa,” ujar Ansar.
Selain menghadirkan para ustadz di wilayah terpencil, pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan di masyarakat, termasuk bantuan pembangunan masjid serta pemberian insentif bagi para guru taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Menurut Ansar, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an serta memahami nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan melalui Rasulullah Muhammad SAW. Di dalamnya terdapat petunjuk bagi kehidupan manusia. Karena itu mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai solusi bagi kehidupan kita,” jelasnya.
Dengan adanya penempatan ustadz di wilayah hinterland dan pulau terpencil, diharapkan masyarakat di berbagai wilayah Kepulauan Riau dapat merasakan manfaat pembinaan keagamaan yang lebih merata.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah kepulauan yang jauh dari pusat layanan keagamaan. ***
















