JAKARTA – Uji kompetensi Gada Utama bagi pimpinan keamanan menuntut penguasaan berbagai aspek strategis yang tidak sederhana. Pada Jumat, 10 April 2026, para peserta diuji melalui sejumlah materi krusial untuk memastikan standar profesional tetap terjaga di level tertinggi.
Sebanyak 28 manajer dan direktur keamanan dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Ujian ini menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi profesi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dalam pelaksanaannya, para peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga dalam kemampuan praktis yang berkaitan langsung dengan situasi di lapangan. Terdapat tujuh materi utama yang menjadi fokus penilaian dalam uji kompetensi Gada Utama.
Pertama, peserta harus mampu menentukan tingkat risiko serta menyusun skor dalam manajemen risiko secara akurat. Kemampuan ini menjadi dasar dalam merancang sistem pengamanan yang efektif.
Kedua, penyusunan Rencana Pengamanan (Renpam) menjadi aspek penting yang harus dikuasai. Rencana ini mencakup strategi menyeluruh dalam menjaga keamanan suatu objek atau wilayah.
Ketiga, peserta diuji dalam manajemen tanggap darurat, yang menuntut kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan saat terjadi situasi kritis.
Selanjutnya, kemampuan menyusun desain simulasi keamanan juga menjadi bagian penting dalam pengujian. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.
Selain itu, peserta juga harus mampu menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan aplikatif, serta memiliki kemampuan dalam menangani konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Seluruh materi tersebut dirancang untuk mengukur kesiapan pimpinan keamanan dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan. Salah satu peserta, Deni Fredian, menilai bahwa uji kompetensi ini bukan sekadar formalitas, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan manajerial.
Ia menyatakan bahwa proses pengujian yang dijalani mencerminkan standar tinggi yang harus dipenuhi oleh para profesional keamanan. Hal ini sekaligus memastikan bahwa sertifikasi yang diperoleh benar-benar memiliki nilai dan pengakuan secara nasional.
Dengan penguasaan ketujuh materi tersebut, para pimpinan keamanan diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara profesional serta menjaga stabilitas di lingkungan kerja masing-masing. ***












