JAKARTA – Puluhan pimpinan keamanan dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti sertifikasi Gada Utama sebagai bagian dari penguatan standar profesi. Pada Jumat, 10 April 2026, sebanyak 28 manajer dan direktur keamanan menjalani uji kompetensi untuk memastikan kualitas manajerial tetap terjaga di level nasional.
Uji kompetensi tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) sebagai bagian dari proses sertifikasi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Para peserta merupakan profesional yang sebelumnya telah menempuh kualifikasi Gada Utama di Mabes Polri sejak 2021. Sertifikasi lanjutan ini menjadi penting untuk memastikan bahwa kompetensi yang dimiliki tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
Secara umum, sertifikasi Gada Utama memiliki peran strategis dalam dunia keamanan. Tidak hanya sebagai bukti formal kompetensi, tetapi juga sebagai standar yang memastikan pimpinan keamanan mampu mengelola risiko, merancang sistem pengamanan, serta menangani situasi darurat secara efektif.
Salah satu peserta, Deni Fredian, menilai bahwa sertifikasi ini menjadi tolok ukur penting dalam menjaga kualitas profesional di bidang keamanan. Ia menegaskan bahwa proses uji kompetensi yang dijalani mencerminkan standar tinggi yang harus dipenuhi.
“Alhamdulillah, hari ini saya dinyatakan lulus oleh asesor. Ini bukan sekadar ujian, tapi pembuktian bahwa standar manajerial keamanan yang kami miliki tetap relevan dan diakui secara nasional oleh BNSP,” ujarnya.
Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa keberadaan sertifikasi ini memberikan kepastian bagi instansi maupun perusahaan dalam menempatkan tenaga keamanan yang kompeten di posisi strategis.
Dengan adanya sertifikasi yang terstandarisasi secara nasional, para pimpinan keamanan diharapkan mampu menjaga stabilitas serta meningkatkan kualitas pengamanan di berbagai sektor.
Ke depan, peserta yang dinyatakan lulus juga memiliki peluang untuk mengikuti pelatihan lanjutan sebagai asesor kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Bali.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem profesi keamanan di Indonesia, sekaligus memastikan regenerasi tenaga profesional yang berkualitas. ***












