JAKARTA – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ABUJAPI membuka peluang bagi para pimpinan keamanan untuk naik ke level berikutnya sebagai asesor kompetensi. Pada Jumat, 10 April 2026, peserta yang lulus uji Gada Utama dipersiapkan mengikuti pelatihan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengembangan profesi di bidang jasa pengamanan, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai penilai.
Sebanyak 28 manajer dan direktur keamanan sebelumnya telah mengikuti uji kompetensi Gada Utama yang diselenggarakan oleh LSP Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI). Ujian tersebut menjadi tahap penting untuk memperoleh pengakuan resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Peserta yang dinyatakan lulus dalam uji kompetensi ini tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang sebagai asesor kompetensi. Peran ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan proses penilaian dan sertifikasi tenaga keamanan di masa depan.
Salah satu peserta yang lulus, Deni Fredian, menilai bahwa kesempatan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan karier di bidang keamanan. Ia menyebut bahwa proses yang dijalani membuka peluang lebih luas untuk berkontribusi di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, hari ini saya dinyatakan lulus oleh asesor. Ini bukan sekadar ujian, tapi pembuktian bahwa standar manajerial keamanan yang kami miliki tetap relevan dan diakui secara nasional oleh BNSP,” ujarnya.
Secara tidak langsung, ia juga menegaskan bahwa keberadaan asesor kompetensi akan sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas tenaga keamanan di berbagai sektor.
Pelatihan asesor yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Bali diharapkan mampu mencetak tenaga penilai yang profesional dan berstandar nasional. Dengan demikian, proses sertifikasi di bidang jasa pengamanan dapat berjalan lebih optimal dan terpercaya.
Melalui langkah ini, LSP ABUJAPI tidak hanya berperan dalam melakukan sertifikasi, tetapi juga dalam membangun ekosistem profesi keamanan yang berkelanjutan di Indonesia. ***












