SIJORIKEPRI.COM, TANJUNGPINANG — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siroj, memberi Tausiyah Kebangsaan saat kunjungannya ke Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, yang Kedatangannya disambut langsung oleh Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, di Masjid Agung Al Hikmah, Senin, (14/08/2017), malam.
Acara yang dikemas dalam Doa Istighotsah Akbar ini, dihadiri juga Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun, S. Sos, M. Si, Wakil Walikota H. Syahrul, S. Pd, Sekda Provinsi Kepri, Tengku Said Fadillah, Sekda Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, pengurus PBNU Kota Tanjungpinang serta para jamaah Masjid.
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirum, S. Sos, M. Si, mengatakan, kehadiran KH. Said Aqil di Provinsi Kepulauan Riau dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan pengurus PBNU di Provinsi Kepri.
“Saat ini, berbagai paham yang muncul di luar dari ideologi Pancasila, karenanya kehadiran figur seperti KH. Said Aqil, bisa menjadi penyejuk bagi masyarakat di Indonesia. khususnya Kepulauan Riau,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, mengucapkan selamat datang kepada pengurus besar PBNU ke Tanjungpinang, mudah-mudahan kedatangan KH Said Aqil memberi manfaat bagi masyarakat Tanjungpinang Provinsi Kepri.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah, saya ucapkan selamat datang dan terima kasih. Semoga dengan kehadiran Bapak Kyai Said Aqil dapat memberikan manfaat dan pencerahan mengenai keislaman, menambah wawasan kebangsaan sekaligus dapat meningkatkan keimanan, persatuan serta kebersamaan masyarakat Kota Tanjungpinang,” ucap Lis.
Dalam tausiyahnya, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil, mengatakan, dalam menyampaikan ceramah, seorang ulama harus menyampaikan dengan cara yang baik, mendidik, dan santun, sesuai dengan amalan agama Islam yang benar. Seorang ulama itu menyampaikan kebaikan bukan mengajarkan kebencian atau menghasut orang lain.
“Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan tidak pula mengajarkan kebencian, karena Islam diturunkan Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam, Rahmatan lil ‘alamin,” ujar Kyai Said Aqil.
Menurutnya, seorang ulama berpolitik boleh saja, asalkan orientasinya membangun keumatan bukan individual, supaya kita bisa membangun negara ini dengan kebersamaan. (SK-DY/R)
















