Sijori Kepri, Tanjung Pinang β Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kepri menggelar Rapat FGD Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi Kepulauan Riau.
Rapat FGD Mengambil tema Peranan PPWK Provinsi Kepulauan Riau Dalam Mengembangkan Karakter Kebangsaan itu dibuka oleh Kepala Bidang Idiologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kepri, Isra Gigantara, S.Sos, M.Si, di ruang rapat Kesbangpol Kepri, di Dompak, Tanjung Pinang, Kamis, (02/12/2021).
Rapat dihadiri langsung Staff Ahli Gubernur Kepri, Drs Eko Sumbaryadi M.Si, mewakili Pj Sekda Kepri, Dr Ir Lamidi MM, yang menjelaskan, kegiatan PPWK bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menguatkan nilai-nilai kebangsaan yang dilandasi Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
βHarapan saya kegiatan ini diikuti dengan baik, sehingga kita bisa lebih paham tentang wawasan kebangsaan,β ucap Eko Sumbaryadi.
Kegiatan rapat juga dihadiri Sekretaris Kesbangpol Kepri, Dr Hasim As’ary, sejumlah peserta dari berbagai elemen masyarakat Kepri, ada dari TNI, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Dosen Umrah, Bismar Arianto M.Si, OPD dan unsur lainnya.
Adapun beberapa hal yang disampaikan dan didiskusikan pada rapat rutin itu, antara lain, Staff Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat mengucapkan terima kasih atas kehadiran unsur-unsur Pokja PPWK dan Eselon III yang berkenan hadir tepat pada waktu.
Sasaran dari PPWK adalah organisasi kemasyarakatan, pegawai negeri sipil, tenaga pendidik, generasi pemuda, organisasi politik dan tokoh agama.
Penyelenggaran rapat FGD PPWK bertujuan membangun pemberdayaan dan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara, mengoptimalkan pengembangan pelaksanaan nilai kebangsaan dan menjamin pemikiran yang berlandaskan pada 4 (empat) pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Dengan kondisi geografis kepri yang membuat Kepulauan Riau dijuluki sebagai miniaturnya Indonesia, sebab mayoritas semua suku bangsa ada disini. Kondisi ini mengharuskan kita memiliki cara pandang dan cara berfikir secara utuh tentang kesatuan wilayah Kepri sebagai bagian NKRI. Jika kita sudah memiliki cara pandang kita tidak akan memiliki cara pandang yang berbeda dan terhindar dari paham radikalisme.
Dari pertemuan itu, LAM menginginkan untuk kedepan perlu diundang pimpinan dari Camat dan Lurah, agar dapat diberikan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan. Karena dalam hal ini, Camat dan Lurah mempunyai tanggungjawab di wilayahnya untuk mengawasi dan menjaga masyarakat melalui bawahannya, yaitu RT dan RW yang ada diwilayahnya.
Perwakilan Korem 033/WP, Harioko, menyampaikan, masyarakat majemuk perlu mengetahui tentang nilai-nilai yang mengikat, agar kesatuan bangsa tetap terjaga dan menjadi landasan bagi mereka dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga, masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di wilayah Provinsi kepulauan Riau ini menjadi masyarakat majemuk dan bisa menghindari konflik yang diakibatkan dari perbedaan.
Dan nilai-nilai yang mengikat tersebut tercermin dalam 4 (empat) pilar kebangsaan sebagai dasar bernegara.
Bismar Arianto selaku perwakilan dari Dosen Umrah menginginkan agar Pokja PPWK berupaya untuk melakukan MoU pada kampus-kampus, khususnya di wilayah Kepri ini, dalam menyampaikan wawasan pengetahuan mengenai PPWK tersebut.
Dalam hal ini, MoU kampus yang dimaksud tidak memerlukan anggaran yang besar, hanya saja cukup sekali memberikan pembekalan materi mengenai PPWK, kelak mahasiswa yang sudah diberi pembekalan akan menambahkan dalam materi kegiatan Kukerta mengenai perlunya memahami pendidikan wawasan kebangsaan.
Kedepan berharap agar adanya modul kebangsaan untuk panduan dalam menyebarkan konsep kebangsaan. Sasaran dari PPWK adalah para milenial (pelajar, mahasiswa atau lingkaran organisasi).
Para milenial diharapkan menjadi garda depan atau ujung tombak dari setiap perubahan bangsa. Pancasila menghendaki sebuah tujuan untuk menjadikan masyarakat yang berligius, lapang dada, berkomitmen kerakyatan, menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa, serta mewujudkan keadilan, serta membentuk para milenial tersebut menjadi cinta negara dan bela negara.
Sebagai masukan untuk kedepan, kita akan berusaha menyiapkan modul-modul pembelajaran mengenai pentingnya pelatihan pendidikan wawasan kebangsaan.
Kemudian, menambah kerjasama/MoU ke RRI untuk mengadakan dialog interaktif mengenai wawasan kebangsaan yang akan diisi oleh pemateri dari anggota kelompok kerja PPWK. (ds)














