Harapannya, melalui program ini masyarakat bisa menerima. Serta terbiasa dengan sistem pembayaran non tunai. Dinilai lebih simpel dan pencatatan tepat dan akuntabel.
Petit menuturkan, hal ini juga tidak terlepas dari upaya Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, untuk percepatan perluasan digital daerah.
Dari tunai menjadi non tunai Ini bukan gampang, namun terus diupayakan. Menjadikan tata kelola yang bersih, terbuka dan berorentasi kepada pelayanan.
Baru-baru ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, meluncurkan pembelian tiket di Karimun Menggunakan non tunai.
Terkait memilih BRI, Petit menuturkan, sudah memiliki 5.000-an layanan QRIS di Kepri, di luar Batam dan Karimun. Serta secara infrastruktur sudah mendukung.
Ia mengharapkan melalui pelayanan ini, warga merasa dimudahkan. Bahkan kini, warga ketinggalan dompet sudah tidak khawatir lagi. Asal tidak ketinggalan HP, karena sistem pembayaran transaksi perlu.
“Ketinggalan dompet cuek aja, asal jangan ketinggalan HP,” ucapnya, disambut tawa tamu yang hadir.
Pimpinan Cabang BRI Tanjung Pinang, Dicky Satria, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kepri, khususnya Dispenda Kepri memilih BRI sebagai mitra kerja sama. Khususnya pembayaran pajak.
Ia menuturkan, QRIS merupakan produk Bank Indonesia (BI) dan diawasi OJK.














